Hadapi Tantangan Era New Normal

ASITech Siap Berkolaborasi dengan Pengusaha Indonesia untuk Kuasai Pasar Global

AI Mangindo Kayo | Sabtu, 30-05-2020 | 06:25 WIB | 224 klik | Nasional
<p>ASITech Siap Berkolaborasi dengan Pengusaha Indonesia untuk Kuasai Pasar Global<p>Ilustrasi.

VALORAnews - Kenormalan baru (new normal-red) akan jadi tatanan baru, pascamasa Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) akibat pandemi Viruscorona Disease 2019 (Covid19) di Indonesia. Untuk memenangkan persaingan di era kenormalan baru itu nanti, semua pelaku bisnis harus bersinergi membangun kembali perekonomian Indonesia.

"Efesiensi jadi sebuah tindakan yang tak bisa dielakan. Dunia industri harus membuat berbagai strategi dan inovasi untuk mencapai efisiensi, demi memenangkan persaingan global," ungkap Ketua ASITech Indonesia, Rivira Yuana dalam siaran pers yang diterima, Sabtu (30/5/2020).

Persiapan untuk memenangkan persaingan secara global ini, terang Rivira, tak lepas dari pandemi Covid19 yang juga melanda berbagai negara di belahan dunia. Wabah Covid19 yang menyebar sangat cepat ini, telah menyebabkan tidak normalnya perekonomian, perindustrian, pendidikan, kesehatan hingga tatanan kehidupan sosial masyarakat secara umum.


Tak sekadar terganggu, beberapa sektor bisnis telah berjalan dengan sangat tidak baik. Salah satunya yakni sektor pariwisata yang bisa dikatakan dalam kondisi mati suri. "Jika kondisi ini dibiarkan dan tidak ditangani dengan cepat dan tepat, Indonesia akan mengalami keterpurukan ekonomi secara nasional," tukas Rivira.

"Hal ini harus kita pikirkan bersama bagaimana caranya agar roda perekonomian Indonesia tetap berjalan untuk menopang kehidupan masyarakat Indonesia. Baik pada masa pandemik, pascapandemik dan setelah ditemukanya vaksin. Para pelaku bisnis harus sudah mulai melakukan analisa-analisa dan membuat strategi bisnis pada setiap masa itu," tambah Rivira.

Sejak penerapan PSBB, diakuinya, perekonomian Indonesia jadi sangat terganggu. Banyak perusahaan, tidak dapat lagi beroperasi seperti biasanya. Ini mengakibatkan pendapatan perusahaan menurun drastis. Bahkan, ada beberapa perusahaan yang sama sekali tidak mencatatkan transaksi, yang berimplikasi pada tidak adanya pendapatan.

"Tentunya, semua keadaan ini akan berimbas pada karyawan. Dengan terganggunya operasional perusahaan, mengakibatkan sistem pembayaran perusahaan terhadap karyawan jadi bermasalah. Banyak perusahaan yang memotong gaji, menangguhkan pembayaran gaji bahkan ada yang melakukan penutusan hubungan kerja," ungkap dia.

Perubahan Dunia Pendidikan

Untuk dunia pendidikan, juga mengalami perubahan drastis di masa Covid19 ini. Hampir semua proses belajar dan mengajar, dilakukan dengan jarak jauh atau dikenal dengan istilah Learn from Home (LfH). "Dengan LfH, tidak bisa dipungkiri kita semua harus menggunakan teknologi yang dapat mendukung kegiatan belajar di rumah," urai Rivira.

Saat ini, terangnya, tidak semua sekolah, universitas dan lembaga pendidikan lainnya, mampu menyediakan sistem untuk mendukung LfH. Hal ini, berimbas pada terganggunya proses belajar dan mengajar.

"Ini sangat membahayakan generasi intelektual muda Indonesia, sebagai asset negara yang paling berharga. Untuk itu, kita perlu pikirkan bersama sebuah sistem pendidikan Indonesia yang dapat mendukung LfH dengan baik dan seragam," ungkap Rivira. "Ini menuntut semua elemen masyarakat dan pemerintah, untuk terus bergotong-royong dalam menghadapinya."

Terhitung sejak Februari 2020, wabah Covid19 ini telah menyebar sangat cepat keseluruh wilayah Indonesia. Berdasarkan data covid19.go.id per tanggal 29 Mei 2020, penderita positif Covid19 telah mencapai angka 24.538 orang, Sembuh (6.240) dan Meninggal (1.496).

Berbagai upaya, telah dilakukan pemerintah untuk menangani penyebaran dan penyembuhan masyarakat yang terpapar Covid19. Mulai dari penerapan social distancing, Work from Home (WfH), Learn from Home (LfH) dan PSBB.

Siap Berkolaborasi

ASITech Indonesia merupakan akronim dari Asosiasi Advance Simulator and Technology Indonesia. Lembaga ini didirikan untuk mendukung sekaligus jadi wadah kolaborasi dan sinergi sumber daya 'anak negeri', untuk akselerasi menjawab tantangan new normal Indonesia yang lebih efisien dan berdaya saing.

ASITech ini memiliki struktur Dewan Pengawas yang diemban Alex Indra Lukman, Prof Yandra Arkeman (Dewan Pakar), Amrin Rapi (Dewan Penasehat), Andi Rizaldi (Dewan Pengawas). Mendampingi Rivira Yuana sebagai ketua, terdapat Toni Surakusumah sebagai wakil ketua, Adhi Rachdian (Sekum), Agus Purwoko (Bendahara).

Juga terdapat posisi dua orang wakil sekretaris serta empat orang direktur yang terdiri dari Direktur SDM Standardisasi yang membawahi Bidang Pelatihan. Kemudian, Direktur Industri dan Inovasi. Lalu, Direktur R&D yang menggawangi dua unit kerja yakni Bidang Simulator dan Bidang Penginderaan serta yang terakhir, Direktur Investasi.

Dikatakan Alex Indra Lukman, ASITech berkonsentrasi pada upaya-upaya membangun dan menerapkan produk-produk dalam negeri yang berkualitas dan berdaya saing, sehingga mampu memperluas peluang lapangan kerja sekaligus menekan biaya import yang sangat besar.

Tak hanya di sektor dunia usaha, ASITech juga concern dengan dunia pendidikan. Dimana, di masa kenormalan baru nanti, dunia pendidikan harus menerapkan sebuah sistem pembelajaran yang efektif dan efesien serta seragam dalam penggunaanya.

"Untuk membangun semua itu, kolaborasi dan sinergi antar instansi pemerintahan, BUMN, sektor swasta serta pelaku bisnis dan industri lainnya sangat diperlukan, terutama untuk menjawab tantangan Kenormalam Baru Indonesia," urai Alex.

"Untuk menjawab tantangan Kenormalam Baru Indonesia ini, kita harus terus mengembangkan inovasi-inovasi teknologi dan memajukan produk-produk dalam negeri untuk bidang perindustrian, pendidikan dan bidang lainya, sehingga dapat mendorong perekonomian Indonesia ke arah yang lebih baik," tambah dia. (rls)

Install aplikasi Valora News app di Google Play

Berita Bisnis lainnya
Berita Nasional lainnya