Pasar Raya hanya Bisa Dimasuki dari Simpang Kandang dan Air Mancur, Ini Alasannya

AI Mangindo Kayo | Sabtu, 06-06-2020 | 16:42 WIB | 103 klik | Kota Padang
<p>Pasar Raya hanya Bisa Dimasuki dari Simpang Kandang dan Air Mancur, Ini Alasannya<p>Wawako Padang, Hendri Septa bersama Kombes Yulmar Tri Himawan dan jajaran, meninjau kondisi Pasar Raya jelang penerapan new normal life, Sabtu (6/6/2020). (humas)

VALORAnews - Menyongsong penerapan era tatanan kehidupan baru atau yang dikenal new normal life efek dari pandemi virus corona (Covid19), Pemerintah Kota Padang saat ini tengah membuat langkah-langkah agar semuanya berjalan sesuai harapan.

Termasuk menyiapkan Peraturan Wali Kota (Perwako) yang dilanjutkan Peraturan Daerah (Perda) untuk kejelasan aturan disertai sanksi tegas bagi pelanggar nantinya.

Sementara, guna memastikan kesiapan Kota Padang menuju diberlakukannya era tatanan kehidupan baru tersebut, Wakil Wali Kota Padang, Hendri Septa bersama Kombes Pol Yulmar Try Himawan (Kapolresta Padang) dan sejumlah pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD), melakukan peninjauan dan sosialisasi ke kawasan Pasar Raya, Sabtu (6/6/2020).


Diketahui, Pasar Raya merupakan salah satu cluster penyebaran Covid19. Meski belum berhasil sepenuhnya diputus, namun grafik penurunan kasus Covid19 di cluster tersebut mulai terlihat signifikan.

"Insyaa Allah, tanggal 8 Juni 2020 nanti, Kota Padang akan memasuki fase new normal life. Tentu semua dan segala sesuatunya harus kita siapkan. Baik kesiapsiagaan penanganan dan pengawasan, lalu kelengkapan personil, sarana-prasarana bahkan aturan tegas yang ditegakkan," ujar Hendri Septa di sela peninjauan.

Terutama sekali, katanya, yaitu menyosialisasikan pada seluruh masyarakat Kota Padang. Memasuki era new normal life bukan berarti kembali bebas melakukan aktifitas seperti semula sebelum Covid19 melanda. Namun, ada aturan atau prosedur tetap (protap) yang wajib diikuti.

"Oleh karena itu, pada era new normal life nanti, semua masyarakat Padang harus menaati semua aturan yang diatur sesuai protap Covid19. Baik menggunakan masker atau pun alat pelindung diri (APD) lainnya kemana bepergian. Kemudian cuci tangan pakai sabun/hand sanitizer, jaga jarak (physical distancing/sosial distancing) dan jagalah pola hidup sehat untuk meningkatkan imun tubuh," imbaunya.

Terkait peninjauan ke kawasan Pasar Raya kali ini, Hendri menyebut, hal ini adalah bagian rutinitas yang dilakukan Pemko didukung jajaran TNI/Polri guna memastikan bagaimana dan sampai dimana arahan dan imbauan yang disampaikan pemerintah ke masyarakat. Terutama pada pedagang dan pengunjung serta warga yang beraktivitas di Pasar Raya.

"Jadi, kita selalu mencek Pasar Raya di samping pasar-pasar satelit lainnya. Sebagaimana diharapkan seluruh masyarakat Kota Padang bisa memahami protokol Covid19 pada tahap new normal life nanti."

"Karena memang, dalam memutus mata rantai penyebaran Covid19 ini bukanlah pekerjaan yang mudah. Maka itu masyarakat harus terus kita beri arahan, sehingga semuanya menjadi faham dengan maksud dari new normal life ini," cetusnya.

Atas nama Pemerintah Kota Padang, Hendri Septa meminta dan mengajak kepada seluruh warga Kota Padang untuk senantiasa bersama-sama mendukung pemerintah dan unsur forkopimda serta pihak terkait lainnya untuk menjalankan tatanan kehidupan baru nanti dengan sebaik-baiknya.

"Kita harus bangkit dan kembali beraktivitas seperti sedia kala. Tapi pada fase saat ini dan ke depan harus selalu memperhatikan protap pencegahan dari penyebaran Covid19," pungkas dia.

Sementara, Kombes Yulmar Try Himawan mengatakan, sesuai kesepakatan bersama untuk memaksimalkan penanganan Covid19 di Pasar Raya Padang, telah membuat hanya dua pintu masuk. Yakni di pintu masuk Simpang Kandang dan Air Mancur.

"Tujuannya tentu adalah untuk memudahkan pengawasan bagi orang yang mau masuk dan keluar dari Pasar Raya. Sehingga bisa dikontrol berapa jumlahnya dan harus memenuhi Protap Covid19 tentunya," sebutnya.

Kombes Yulmar melanjutkan, untuk kawasan Pasar Raya, sejumlah petugas gabungan telah disiagakan. Hal itu mengingat, Pasar Raya saat ini masih menjadi cluster penyebaran Covid19 terbesar di Padang yang tengah diusahakan pemutusannya.

"Di Pasar Raya ini, personil yang disiagakan sebanyak 157 orang. Terdiri dari Polresta Padang, Polda Sumbar, Satbrimobda, Kodim 0312/Padang, Satpol PP Kota Padang, Dinas Kesehatan dan Dinas Perhubungan Padang."

Dalam peninjauan itu, juga diikuti Kepala Dinas Perdagangan Padang, Andree Algamar beserta jajaran, Kepala Dinas Perhubungan Dian Fakri, Kabag Protokol dan Komunikasi Pimpinan Amrizal Rengganis serta lainnya. (rls)

Install aplikasi Valora News app di Google Play

Berita Bisnis lainnya
Berita Kota Padang lainnya