1 Persen Warga Payakumbuh akan Di-swab, Riza: Jika Tak Setuju, Tak Elok Lontarkan Perlawanan

AI Mangindo Kayo | Senin, 22-06-2020 | 20:31 WIB | 52 klik | Kota Payakumbuh
<p>1 Persen Warga Payakumbuh akan Di-swab, Riza: Jika Tak Setuju, Tak Elok Lontarkan Perlawanan<p>Ketua Tim Gugus Tugas sekaligus Wali Kota Payakumbuh, Riza Falepi, saat video conference di Balai Kota bersama awak media, Senin (22/6/2020). (mardikola/valoranews)

VALORAnews - Pemerintah Kota Payakumbuh berencana akan menggelar survey dengan melakukan swab multistage, yakni pangambilan sampel swab sebanyak 1 persen dari jumlah warga Payakumbuh dalam waktu dekat.

Hal ini disampaikan Wali Kota Payakumbuh, Riza Falepi selaku Ketua Tim Gugus Tugas Kota Payakumbuh didampingi Kadis Kesehatan dr Bakhrizal, saat video conference di Balai Kota bersama awak media, Senin (22/6/2020).

"Kita mohon kepada warga agar jangan menolak, bila jumlah warga ada 135.000 orang, maka lebih dari 1.000 orang akan disampel secara merata di seluruh kota. Tujuannya, agar bisa memastikan, apakah di Payakumbuh masih ada yang orang terkena Covid19 tanpa gejala (OTG)," kata Riza Falepi.


Kebijakan ini, terangnya, akan dilakukan seluruh Sumatera Barat sesuai instruksi dari gubernur Sumbar. Ada sekitar 1 hingga 1,2 persen dari total seluruh warga kota/kabupaten yang diambil Swabnya.

"Kita 'Marosok', tadinya kan mau ambil sampel dari pasar, karena terlalu banyak komentar, tim gugus niatnya baik, tapi diterima tidak baik. Tidak ada niat aneh-aneh, prosedur yang dijalani pemerintah ini gunanya kewaspadaan terhadap Covid19," tegas Riza.

"Bila ada yang tidak setuju, jangan mengeluarkan bahasa melawan pemerintah. Saya tidak ingin terlalu jauh bertindak, kalau terpaksa nanti bisa dibawa ke ranah hukum," tambahnya.

Riza menyebut, penolakan yang dibarengi dengan perlawanan itu, jadi salah satu alasan tim gugus tugas membatalkan sampling khusus di pasar. Namun, sampling 1 persen warga Payakumbuh bakal diambil, termasuk beberapa warga pasar.

Sementara itu, dr Bakhrizal menyebut, proses pengambilan swab itu nanti tim akan mendatangi warga ke wilayah kelurahannya masing-masing untuk diambil swabnya.

"Swab tidak sakit, tidak seperti suntik. Kami mohon kepada warga agar mau kooperatif. Kita tidak ingin tiba-tiba ada ledakan kasus mendadak seperti Pasar Raya Padang, susah dikendalikan," kata pria yang akrab disapa Dokter Bek ini.

Jaga dan Kawal Bersama

Riza menambahkan, apabila sayang pada Payakumbuh, setiap tahapan penanganan Covid19 harus dijaga dan dikawal bersama-sama.

"Butuh kerjasama dan pengorbanan kita semua, siapapun ketika disampel secara acak, mohon kesediaannya. Kita sudah koordinasikan dengan pemerintah provinsi dan Lab Unand, akan dikerjakan dalam waktu dekat," tandasnya.

Riza merasa, tugas ini sekaligus rasa tanggungjawabnya pada masyarakat. Bila tatanan normal baru produktif aman Covid189 (TNBPAC) dianggap normal, ini salah. Kkondisi masih tanggap darurat bencana.

"Warga diingatkan tetap pakai masker, jaga jarak, sering cuci tangan, silahkan kerja produktif dan pastikan aman di lapangan."

"Kepada saudara yang datang dari luar Sumbar, mohon melaporkan diri. Sampaikan pada dunsanak jangan dulu pulang sampai daerah asalnya benar-benar bebas Covid19," pinta Riza. (mdi)

Install aplikasi Valora News app di Google Play

Berita Metro lainnya
Berita Kota Payakumbuh lainnya