Seluruh Pasien Positif Covid19 di Payakumbuh Dinyatakan Sembuh

AI Mangindo Kayo | Senin, 22-06-2020 | 21:42 WIB | 71 klik | Kota Payakumbuh
<p>Seluruh Pasien Positif Covid19 di Payakumbuh Dinyatakan Sembuh<p>Wali Kota Payakumbuh, Riza Falepi bersama Wakil Wali Kota Payakumbuh, Erwin Yunaz dan Kadis Kesehatan dr Bakhrizal, memberikan keteranan pers melalui video converence (Vidcon) bersama awak media melalui aplikasi Zoom, Senin (22/6/2020) di Ruang Pertemuan Randang Lantai II Balaikota. (mardikola/valoranews)

VALORAnews - Kabar gembira datang dari Kota Payakumbuh, seluruh pasien positif Covid-19 di Kota Randang itu sudah sembuh, berdasarkan hasil swab terakhir Laboratorium Unand Padang.

"Alhamdulillah, kita menyampaikan kabar baik hari ini, kasus positif kita sudah nol, seluruh pasien positif sudah sembuh," kata Ketua Tim Gugus Tugas Covid19 yang Wali Kota Payakumbuh, Riza Falepi dalam video converence (Vidcon) bersama awak media melalui aplikasi Zoom, Senin (22/6/2020).

Di Ruang Pertemuan Randang lantai II Balaikota, turut mendampingi Wakil Wali Kota Payakumbuh, Erwin Yunaz, Kadis Kesehatan dr Bakhrizal, Kalaksa BPBD Yufnani Away, Kakankesbangpol Budhy Permana, Kadiskominfo Jhon Kenedi dan Kabid Humas Hermanto.


Total terdeteksi positif Corona di Payakumbuh ada 27 orang, yang bertempat tinggal dan KTP di Payakumbuh sebanyak 20 orang, 6 KTP Limapuluh Kota dan 1 KTP Agam.

Menariknya, waktu kesembuhan setiap pasien berbeda-beda. Paling cepat sembuh selama 7 hari dan ada yang paling lama, 49 hari.

Dikatakan Riza, meski ada warga luar Payakumbuh yang positif, tim gugus tugas Kota Payakumbuh tetap mengurusinya. "Bukan masalah siapa yang mengurusi, ini adalah masalah kemanusiaan yang harus ditangani bersama-sama," kata Riza Falepi.

Riza menegaskan, meski sudah tak ada lagi kasus positif di Payakumbuh, posko-posko tangguh yang ada di kelurahan tetap dipertahankan. Hal ini bukan mengartikan boleh menurunkan kewaspadaan meskipun jumlahnya tidak sebanyak saat Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) diberlakukan. Saat itu ada 74 posko.

"Saya sangat apresiasi warga yang komit mempertahankan posko mereka. Disini fungsinya tetap menjaga dengan masih ada yang waspada, menjaga kedisiplinan masyarakat, serta peran kontrol dan koordinasi berjalan melihat kondisi, jangan sampai orang pendatang keluar masuk seenaknya saja," kata Riza.

Riza juga menyebut Puskesmas terus tetap harus 24 jam bekerja, siaga penuh. Dinas Kesehatan pun kesiapsiagaannya belum diturunkan, termasuk posko yang ada di Puskesmas dan rumah sakit.

"Kesiapsiagaan tinggi karena kita belum melewati masa tanggap darurat," ujarnya.

Riza merasa, capaian ini adalah usaha keras seluruh pihak, jajaran Pemda, TNI-Polri, Petugas Medis, Relawan, dan seluruh pihak yang sudah berjibaku dalam perang melawan Covid19.

"Luar biasa. Kapolres dan Dandim mendukung serta Kajari. Apresiasi pada masyarakat yang luar biasa. Kadang kita lupa menyapa, kadang tak sempat memberikan yang terbaik, warga kita siang malam 'bakatumpeh' ikut berperang," ungkapnya.

Dikatakan Riza, meski anggaran Pemerintah Kota Payakumbuh tidak cukup meng-cover seluruh biaya yang timbul untuk menangani Covid19, namun swadaya warga kuat di posko-posko mandiri.

"Saya apresiasi setinggi-tingginya. Menjaga payakumbuh bebas Covid19, mendisiplinkan masyarakat bersama TNI-Polri, Satpol PP dan Trantib Pasar. Ini adalah pencapaian yang luar biasa, tapi ingat, harus waspada, jangan lengah," harap Riza.

Untuk informasi, warga yang pertamakali sembuh seperti Dedi dan Desmon pada 15 Mei lalu, dan yang terlahir pada 21 Juni 2020 adalah Fitria Raihani, warga Padang Tongah Balai Nan Duo. (mdi)

Install aplikasi Valora News app di Google Play

Berita Metro lainnya
Berita Kota Payakumbuh lainnya