Realisasi APBD Tanahdatar 2019 Sebesar 95,58 Persen, Ini Penjelasan Wabup

AI Mangindo Kayo | Selasa, 01-07-2020 | 20:05 WIB | 127 klik | Kab. Tanah Datar
<p>Realisasi APBD Tanahdatar 2019 Sebesar 95,58 Persen, Ini Penjelasan Wabup<p>Wakil Bupati Tanahdatar, Zuldafri Darma menyerahkan dokumen Ranperda tentang Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD Tanahdatar 2019, dalam rapat paripurna DPRD Tanahdatar, Selasa (1/7/2020). (jheni rahmad/valoranews)

VALORAnews - Wakil Bupati Tanahdatar, H Zuldafri Darma menyampaikan, realisasi Pendapatan Daerah Tahun Anggaran 2019 sebesar Rp1,339 triliun dari target Rp1,401 triliun lebih atau 95,58 persen. Sementara, Pendapatan Daerah yang bersumber dari Pendapatan Asli Daerah (PAD), ditargetkan sebesar Rp146,786 miliar, terealisasi sebanyak Rp129,785 miliar atau 88,42 persen.

Kemudian, Pendapatan Transfer yang ditargetkan sebesar Rp1,202 triliun, terealisasi Rp1,157 triliun lebih atau 96,25 persen. Sedangkan Lain-lain Pendapatan yang Sah dengan target Rp52,764 miliar dengan realisasi sebesar Rp52,769 miliar lebih atau 100,01 persen.

"Dari realisasi kontribusi Pendapatan Transfer dari Pemerintah Pusat dan Pemerintah Provinsi terhadap APBD Tanahdatar, maka hal tersebut menunjukkan masih besarnya ketergantungan pendanaan pembangunan daerah dari pemerintah pusat," ungkap Zuldafri dalam rapat paripurna DPRD Tanahdatar, Selasa (1/7/2020).


Rapat paripurna dengan agenda pembicaraan tingkat pertama sesi I Ranperda tentang Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD Tanahdatar 2019, dihadiri 26 dari 35 anggota DPRD Tanahdatar periode 2019-2024. Rapat yang digelar di ruang sidang utama itu, dipimpin Ketua DPRD, Rony Mulyadi Dt Bungsu didampingi dua orang Wakil Ketua, Anton Yondra dan Saidani.

Dikatakan Zuldafri, dari sisi belanja daerah, ditargetkan sebesar Rp1,275 triliun, terealisasi sebesar Rp1,148 triliun atau sebesar 90,04 persen. Belanja daerah ini terserap pada sektor belanja operasional seperti belanja pegawai, belanja barang dan jasa, belanja hibah, bantuan sosial, belanja modal serta belanja tak terduga.

Sedangkan Transfer Daerah yang ditargetkan sebesar Rp205,183 miliar terealisasi Rp201,967 miliar lebih atau 98,43 persen yang terdiri dari transfer bagi hasil pendapatan berupa bagi hasil pajak daerah dan pendapatan lainnya dengan target Rp5,208 miliar, realisasi Rp3,303 miliar atau 63,43 persen.

Transfer bantuan keuangan pada pemerintah daerah lainnya, kepada nagari dan bantuan bersifat khusus dengan target Rp199,975 miliar, terealisasi sebesar Rp198,633 miliar atau sebesar 99,34 persen.

Sementara, dari pembiayaan yang merupakan Silpa 2018 sebesar Rp79,108 miliar, terealisasi seluruhnya atau terealisasi 100 persen.

Untuk penyertaan modal (investasi) sebesar Rp200 juta terealisasi sebesar Rp195,370 juta atau 97,69 persen. "Jika tahun anggaran 2019 terdapat devisit sebesar Rp10,655 miliar ditambah pembiayaan netto Rp78,913 miliar, maka didapat Silpa 2019 sebesar Rp68,257 miliar lebih," terangnya.

Dalam kesempatan itu, Zuldafri Darma juga menyampaikan, pada 15 Mei 2020 lalu, BPK RI Perwakilan Sumatera Barat, telah menyerahkan Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) atas Laporan Keuangan Pemerintah Daerah Kabupaten Tanahdatar TA 2019. Hasilnya, Opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP).

"Hasil WTP ini sudah yang ke-9 kalinya diraih Tanahdatar. Sebanyak 8 kali di antaranya secara berturut-turut," ungkap dia.

Rapat paripurna ini akan dilanjutkan dengan pembicaraan tingkat pertama sesi II pada Jumat (3/7/2020) mendatang. Turut hadir pada paripurna tersebut, perwakilan Forkompinda, Sekretaris Daerah Tanahdatar, Irwandi, Staf Ahli, Asisten, Kepala OPD dan Kepala Bagian.(jen)

Install aplikasi Valora News app di Google Play

Berita Ranah lainnya
Berita Kab. Tanah Datar lainnya