BEM Unitas Padang Inisiasi Seminar Nasional

236 Peserta Webinar Kupas Nilai-nilai Perjuangan Ki Hajar Dewantara

AI Mangindo Kayo | Jumat, 03-07-2020 | 19:32 WIB | 102 klik | Provinsi Sumatera Barat
<p>236 Peserta Webinar Kupas Nilai-nilai Perjuangan Ki Hajar Dewantara<p>Tangkapan layar peserta webinar bertajuk 'Mengupas Sejarah Perjuangan Pendidikan Ki Hajar Dewantara, Dari Zaman Kolonial Sampai Mileneal,' yang diinisiasi BEM Unitas Padang, Jumat (3/7/2020). (istimewa)

VALORAnews - Sebanyak 236 orang peserta dari berbagai perguruan tinggi negeri maupun swasta di Indonesia, ikui seminar bertajuk 'Mengupas Sejarah Perjuangan Pendidikan Ki Hajar Dewantara, Dari Zaman Kolonial Sampai Mileneal,' Jumat (3/7/2020).

Seminar nasional yang diinisiasi Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Tamansiswa (Unitas) Padang itu, menandai Hari Ulang Tahun Tamansiswa ke-98 pada 2020 sekaligus pengukuhan BEM Unitas se-Sumatera.

Webinar melalui aplikasi zoom cloud meeting yang juga disiarkan secara live melalui akun instagram Unitas Padang itu, dibuka Ketua Bidang Pendidikan dan Kebudayaan Unitas Padang, Ki Jal Atri Tanjung. Sementara, tuan rumah (host) seminar, Lika Yulian Finesha (Presma Unitas Palembang) dengan moderator diskusi, Israk Namuhamdilah (Presma Unitas Padang).


Dalam diskusi terungkap, saat ini makin memudarnya nama besar Ki Hajar Dewantara sebagai pejuang di mata masyarakat Indonesia, dikarenakan tergerus westernisasi sehingga masyarakat lebih mementingkan popularitas tanpa pernah mau mengingat lagi sejarah.

"Lambat laun, nama Ki Hajar Dewantara sebagai bapak pendidikan dan Tamansiswa sebagai tempat mendidik anak bangsa, makin memudar. Karena, generasi saat ini terus tergerus dengan westernisasi dan mudah melupakan sejarah. Generasi kita sekarang, lebih membanggakan popularitas," ulas Ki Jal Atri.

Selain Ki Jal Atri, pembicara lainnya dalam seminar ini yaitu Rektor Unitas Palembang, Azwar Agus dan Sepris Yonaldi (Rektor Unitas Padang).

Mengingat Janji Suci

Ketua Panitia, Rendy Novemulya didampingi Wulan Inayah Novrianto Putri (Dirjend Kominfo) mengatakan, seminar ini dibuat untuk membangkitkan kembali nilai-nilai luhur yang diperjuangkan Tamansiswa.

"Kami generasi muda saat ini, tidak ingin generasi mendatang lupa akan sejarah bangsa, sehingga tidak bisa mempertahankan nasionalisme," ungkap Rendy.

Ditambahkan Wulan Inayah, kehormatan bangsa terletak pada bagaimana semua orang bisa menghargai jasa pahlawan.

"Kita ada dan bebas bersuara saat ini, karena jasa para pendahulu yang sudah berjuang untuk semua ini. Jangan pernah lupakan sejarah, termasuk sejarah pendidikan dimana pelakunya adalah Ki Hajar Dewantara, dengan Tamansiswa-nya dengan lambang Garuda Cakra," ulas Wulan.

Menurut dia, sampai saat ini, lambang Garuda Cakra serta motto yang diajarkan Ki Hajar Dewantara masih tetap ada, yakni Tutwuri Handayani dengan arti di belakang sebagai pendorong, agar di depan bisa maju membangun negri ini.

Catatan panitia, perguruan tinggi yang mengikuti Webinar tersebut di antaranya Unitas Padang, Unitas Palembang, UST Yogyakarta, UMMY Solok, Unes Padang, Universitas Sriwijaya, UIGM Palembang, Poltek Medan, Universitas Jambi, UIN Raden Fatah Palembang, UIN IB Padang, Universitas Katolik Santo Medan.

Kemudian, Poltek Sekayu, Universitas Musamus Merauke, STIK Bina Husada Palembang, UNS, UPI YPTK Padang, Universitas PGRI Palembang, UIN Suska Riau, UNP, UMSU Medan, UST Yogya, Uniks Kuansing, Polbangtan Medan, Universitas Sebelas Maret, Universitas Musi Rawas, Universitas Mpu Tantular Jakarta, Stikes Dharma Landbow Padang, Universitas Bina Darma, Instiper Yogyakarta. Juga hadir peserta umum dan alumni.

Webinar yang berlangsung selama 2 jam tersebut, ditutup Rektor Unitas Padang, Sepris Yonaldi dengan kesimpulan, tetap berpegang teguh pada janji suci Ki Hajar Dewantara, mendidik anak bangsa menuju merdeka sesuai perkembangan zaman. (rls)

Install aplikasi Valora News app di Google Play

Berita Pendidikan lainnya
Berita Provinsi Sumatera Barat lainnya