Silek Pantas jadi Ekstrakulikuler Sekolah, Taslim: Seni dan Budaya jadi Penarik Wisatawan

AI Mangindo Kayo | Minggu, 05-07-2020 | 15:53 WIB | 269 klik | Kab. Agam
<p>Silek Pantas jadi Ekstrakulikuler Sekolah, Taslim: Seni dan Budaya jadi Penarik Wisatawan<p>H Taslim Dt Tambogo bersilaturahmi dengan tuo silek pada Sasaran Silek Tuo, Sidi Marajo dan Dt Kayo dari perguruan Silek Tuanku Nan Renceh, Kamang, Sabtu (4/7/2020) malam lalu. (istimewa)

VALORAnews - Setiap burung, memiliki dua sayap agar bisa terbang membelah angkasa. Begitu juga dengan lelaki Minang. Dia selalu dibekali dua ilmu sebelum ergi merantau, ilmu beladiri dan agama.

Bekal ilmu agama, berguna untuk kebutuhan batin. Sementara, bekal beladiri yaitu dengan berlajar seni beladiri silek (silat). Gunanya, untuk melindungi diri. Bagi lelaki Minang, berlaku adagium, lawan pantang dicari, jika bertemu berpantang untuk dielakkan.

"Masyarakat minang adalah masyarakat yang suka merantau. Merantau bagi masyarakat Minang, bukan hanya sekadar berpergian, tapi merantau selalu dibekali ilmu pengetahuan dan cara membela diri. Sehingga, setiap anak muda Minang yang pergi merantau, selalu percaya diri," ujar Tuo Silek, Sidi Marajo, saat bersilaturahmi dengan H Taslim Dt Tambogo, Sabtu (4/7/2020) malam.


Silaturahim yang digelar di Sasaran Silek Tuo ini, juga dihadiri Dt Kayo dari perguruan Silek Tuanku Nan Renceh, Kamang.

Dikatakan, silek merupakan warisan seni beladiri Minangkabau yang telah diturunkan secara turun temurun. Silek bukan hanya sekadar seni bela diri, tapi jauh dari pada itu, Silek merupakan alat untuk mempertahankan diri atau cara berkelahi, demi mempertahankan diri.

"Untuk saat ini, ajaran Silek itu sudah mulai berkurang. Yang banyak tinggal saat ini keseniannya saja. Karena, tidak berapa orang bisa mamutuih kaji," tambah Dt Kayo.

Pada kesempatan itu, H Taslim Dt Tambogo mengatakan, Silek itu harus tetap kembang. Malahan, harus dijadikan pelajaran ekstra kurikuler yang diwajibkan di sekolah.

"Silek merupakan seni budaya beladiri leluhur yang bisa mendukung pariwisata. Sebab daya tarik wisata tidak hanya keindahan alam, tapi juga seni budaya yang merupakan daya tarik yang melengkapi keindahan alam," ujar Taslim yang pernah berkiprah di DPRD Sumbar selama 2 periode dan Anggota Komisi III DPR RI periode 2009-2014.

Selain itu, Bakal Calon Bupati Agam ini menegaskan, Silek juga bisa meningkat rasa percaya diri bagi anak-anak muda Minang.

"Merantau tidak cukup hanya berbekal ilmu pengetahuan, tapi butuh juga ilmu bela diri. Silek juga punya peran penting untuk meningkatkan rasa cinta daerah, bahkan alat untuk meningkatkan rasa nasionalisme," ujar Taslim, anak nagari Sungai Angek, kecamatan Baso itu. (rls)

Install aplikasi Valora News app di Google Play

Berita Ranah lainnya
Berita Kab. Agam lainnya