Gempabumi Tektonik 5,2 SR Menggoncang, Episenter di Laut Pessel

AI Mangindo Kayo | Rabu, 05-08-2020 | 07:37 WIB | 86 klik | Provinsi Sumatera Barat
<p>Gempabumi Tektonik 5,2 SR Menggoncang, Episenter di Laut Pessel<p>Infografis.

VALORAnews - Wilayah Samudera Hindia Pantai Barat Sumatera, diguncang gempa tektonik dengan magnitudo 5,1 Skala Richter (SR), Rabu (5/8/2020), pukul 06.51 WIB. Hasil analisis BMKG, episenter gempabumi ini terletak pada koordinat 1,66 LS dan 100,25 BT atau tepatnya berlokasi di laut pada jarak 49 km Barat Daya Pesisir Selatan, Sumatera Barat pada kedalaman 41 km.

"Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempabumi memiliki mekanisme pergerakan naik (thrust fault)," ungkap Kepala Pusat Gempabumi dan Tsunami BMKG, Rahmat Triyono dalam siaran pers yang diterima, beberapa saat lalu.

Hasil analisis ini, terang dia, dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya. Dimana, gempabumi yang terjadi merupakan jenis gempabumi dangkal akibat aktivitas subduksi Lempeng Indo-Australia menunjam ke bawah Lempeng Eurasia.


Dilaporkan, guncangan gempabumi ini dirasakan di Pesisir Selatan III-IV MMI (Bila pada siang hari dirasakan oleh orang banyak dalam rumah), Padang, Pariaman, Padangpariaman III MMI (Getaran dirasakan nyata dalam rumah. Terasa getaran seakan akan truk berlalu).

Kemudian, Padangpanjang, Bukittinggi, Agam II MMI (Getaran dirasakan oleh beberapa orang, benda-benda ringan yang digantung bergoyang). "Hingga saat ini belum ada laporan dampak kerusakan yang ditimbulkan akibat gempabumi tersebut," ungkapnya.

Hasil pemodelan, tambah Rahmat, menunjukkan bahwa gempabumi ini tidak berpotensi tsunami. Hingga pukul 07.00 WIB, hasil monitoring BMKG belum menunjukkan adanya aktivitas gempabumi susulan (aftershock).

"Masyarakat dihimbau agar tetap tenang dan tidak terpengaruh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya."

"Agar menghindari dari bangunan yang retak atau rusak diakibatkan gempa. Periksa dan pastikan bangunan tempat tinggal cukup tahan gempa, ataupun tidak ada kerusakan akibat getaran gempa yang membahayakan kestabilan bangunan sebelum kembali kedalam rumah," kata dia memberi saran. (kyo)

Install aplikasi Valora News app di Google Play

Berita Ranah lainnya
Berita Provinsi Sumatera Barat lainnya