Genius Umar Gebrak Meja Saat Sidang Sengketa Pemilihan Pilgub Sumbar, Ini Pemicunya

AI Mangindo Kayo | Sabtu, 08-08-2020 | 15:36 WIB | 280 klik | Provinsi Sumatera Barat
<p>Genius Umar Gebrak Meja Saat Sidang Sengketa Pemilihan Pilgub Sumbar, Ini Pemicunya<p>Ketua Bawaslu Sumbar, Surya Efitrimen bersama anggota majelis, Elly Yanti dan Alni memimpin sidang mediasi sengketa pemilihan yang diajukan baal calon perseorangan Pilgub Sumbar, Fakhrizal-Genius Umar, Sabtu (8/8/2020). (istimewa)

VALORAnews - Suara meja digebrak, terdengar cukup keras dari ruang sidang musyawarah penyelesaian sengketa pemilihan antara bakal pasangan calon perseorangan Fakhrizal-Genius Umar dengan KPU Sumbar, Sabtu (8/8/2020) pagi.

"Emosi saya terpancing hingga sampai gebrak meja di ruangan sidang sengketa tadi. Terjadi spontan saja. Karena, ini menyangkut kepercayaan rakyat yang mendukung saya lewat KTP, tapi dinyatakan tidak memenuhi syarat (TMS) oleh KPU Sumbar saat verifikasi faktual," ujar Genius Umar usai persidangan yang dilangsungkan tertutup itu.

Sidang mediasi yang dilangsungkan sekitar pukul 09.00 WIB di Ruang Penyelesaian Sengketa Bawaslu Sumbar, Jl Pramuka Raya, Padang itu, dipimpin Ketua Bawaslu Sumbar, Surya Efitrimen dengan hakim anggota, Elly Yanti dan Alni.


Dari pemohon, hadir bakal calon wakil gubernur Sumbar dari jalur perseorangan, Genius Umar bersama Virza Benzani (kuasa hukum). Sedangkan dari KPU Sumbar, tampak hadir Ketua Divisi Teknis Penyelenggaraan KPU Sumbar, Izwaryani bersama Yanuk Sri Mulyani (Ketua Divisi Hukum dan Pengawasan KPU Sumbar), Aan Wuryanto (Kabag Hukum, Teknis dan Hupmas) serta Jumiati (Kasubag Teknis dan Hupmas).

Menurut Genius, dirinya sempat menggebrak meja, saat membahas persoalan pendukung tidak diketemukan saat verifikasi faktual, yang kemudian dinyatakan tidak memenuhi syarat (TMS). Di mata Genius Umar, jawaban KPU atas persoalan itu terkesan menyepelekan persoalan.

"Maaf Bawaslu. Emosi saya terpancing pada momen itu," terangnya.

Kuasa hukum pasangan calon perseorangan ini, Firza Benzani menambahkan, sudah menyiapkan berkas dokumen untuk sidang lanjutan yang bersifat terbuka pekan depan.

"Kami siap dengan semua dokumen dugaan pelanggaran yang dilakukan KPU Sumbar sekaitan proses verifikasi faktual kemarin," ulas Firza.

Sidang mediasi ini sedianya digelar Jumat (7/8/2020). Namun urung digelar, karena tak seorangpun utusan KPU Sumbar menghampiri ruang sidang yang lokasinya bersebelahan dengan kantor KPU Sumbar di Jl Pramuka Raya, Padang. Alasan yang diungkap atas ketidakhadiran ini, KPU Sumbar belum siap dengan materi sehingga tak bisa memenuhi undangan Bawaslu.

Tertutup

Usai persidangan, Yanuk Sri Mulyani mengatakan, KPU Sumbar siap mengikuti proses sidang terbuka karena tidak menemukan solusi pada proses mediasi.

Kita ditanyakan apa yang jadi pertikaian dalam mediasi sehingga tidak ditemukan kata sepakat, Yanuk mengaku tidak bisa membukanya ke publik. "Aturan dan ketentuan pada persidangan mediasi itu, karena sifatnya tertutup. Hal ini sudah ditegaskan dalam persidangan, untuk tidak mem-publish hasil persidangan," ulas Yanuk.

Yanuk juga mengatakan, pada dasarnya KPU siap untuk melakukan persidangan dan siap pula untuk mengikuti keputusan nantinya.

Sidang mediasi antaran KPU dan Bacalon Perseorangan berakhir sekitar pukul 11.20 WB. (rls/kyo)

Install aplikasi Valora News app di Google Play

Berita Ranah lainnya
Berita Provinsi Sumatera Barat lainnya