Mulyadi dan Ali Mukhni Kembalikan Rekomendasi PDIP, Hasto: Terimakasih

AI Mangindo Kayo | Minggu, 06-09-2020 | 08:40 WIB | 282 klik | Nasional
<p>Mulyadi dan Ali Mukhni Kembalikan Rekomendasi PDIP, Hasto: Terimakasih<p>Sekjen DPP PDIP, Hasto Kristiyanto. (istimewa)

VALORAnews - Dinamika pengusulan Mulyadi dan Ali Mukhni sebagai calon gubernur dan wakil gubernur Sumbar pada pemilihan serentak 2020 menyedot perhatian publik secara luas.

Hal itu tak lepas dari keputusan pasangan dengan akronim Mualim ini, mengembalikan rekomendasi PDIP dengan alasan tak seragam antara Ali Mukhni dan Mulyadi.

Berikut respon atas 'buang sauhnya' pasangan Mualim ini dari 'kapal PDIP' sebagaimana dirilis Sekjen, Hasto Kristiyanto:


1). PDI Perjuangan mengucapkan terima kasih kepada Mulyadi yang telah mengembalikan Rekom ke Partai. "Sejak awal saya sudah menduga bahwa Mulyadi tidak kokoh dalam sikap sebagai pemimpin, sehingga mudah goyah dalam dialektika ideologi. Padahal apa yang disampaikan oleh Mbak Puan merupakan suatu harapan agar Sumatera Barat jauh lebih baik sebagaimana sejarah telah mencatat dalam tinta emas, kepeloporan para pahlawan Sumbar seperti Moh Hatta, KH Agus Salim, Rohana Kudus, HR Rasuna Said, Moh Natsir, Tan Malaka dll. Beliau para tokoh tsb adalah para pejuang bangsa, sosok pembelajar yang baik, dan menjadi keteladanan seluruh kader Partai".


2). Sikap Mulyadi tsb sangat dipahami, karena politik kekuasaan bagi yang tidak kokoh dalam prinsip, hanya menjadi ajang popularitas. "Bagi PDI Perjuangan menjadi pemimpin itu harus kokoh dan sekuat batu karang ketika menghadapi terjangan ombak, terlebih ketika sudah menyangkut Pancasila"

3). Komitmen PDI Perjuangan terhadap Pancasila dan kemajuan Sumbar tidak pernah surut, meski 10 tahun terakhir nampak ada sesuatu yang berbeda. "Meski Pak Jokowi dan PDI Perjuangan kalah pada Pemilu 2014 dan 2019, kami tetap selalu mendorong Pak Jokowi untuk sering ke Sumbar, dan membangun Sumbar tanpa kecuali. Apakah masyarakat Sumbar akan berterima kasih? Itu nomor kesekian. Yang penting, sikap Partai terhadap Sumbar tidak berubah karena provinsi tsb memiliki sumbangsih terhadap kepeloporan kemerdekaan Indonesia yang luar biasa. Jadi wajib hukumnya bagi Pak Jokowi dan kader PDIP dukung kemajuan Sumbar, baik ada dukungan maupun tidak!!"

4). Bagaimana PDI Perjuangan tidak kagum dengan Sumbar? Dari bahasa Melayu saja, sejarah mencatat bagaimana bahasa yang pada tahun 1928 digunakan oleh sebagian kecil masyarakat nusantara, mampu diterima sebagai bahasa persatuan, bahasa nasional, dan diterima oleh semua suku bangsa menjadi bahasa persatuan Indonesia. Itu kan hebat. Hal tsb terjadi karena kepeloporan tokoh nasional Sumatera Barat.

"Bahkan makanan Padang diterima secara luas di seluruh Indonesia. Diterima secara terbuka, dan masyarakat Indonesia menjadikannya sebagai makanan nasional. Kalau bahasa dan makanan sudah Go Nusantara, masak mendapat masukan dan harapan agar modal kultural kepeloporan Sumbar untuk lebih Pancasilais, lalu direspons seperti itu.

"Apa yang disampaikan Mbak Puan merupakan bagian dari dialektika ideologis dan disampaikan dengan baik, dengan lafal Bismillah. Jadi mari kita lihat secara obyektif dan proporsional, dan dijauhkan dari dinamika Pilgub." (kyo)

Install aplikasi Valora News app di Google Play

Berita Rantau lainnya
Berita Nasional lainnya