Diketahui Sebelum Ikuti Tes Kesehatan

5 Calon Kepala Daerah di Sumbar Positif Covid19

AI Mangindo Kayo | Senin, 07-09-2020 | 20:32 WIB | 358 klik | Provinsi Sumatera Barat
<p>5 Calon Kepala Daerah di Sumbar Positif Covid19<p>Ketua Divisi Teknis KPU Sumbar, Izwaryani.

VALORAnews - Lima dari 98 orang calon kepala daerah yang akan berlaga di kontestasi pemilihan kepala daerah (Pilkada) yang digelar serentak di dua kota, 11 kabupaten dan tingkat provinsi di Sumatera Barat, terkonfirmasi positif Covid19.

"Mereka diketahui terpapar SARS-CoV-2, virus penyebab Covid19, sebelum menjalani tahapan pemeriksaan kesehatan di RSUP M Djamil Padang," ungkap Ketua Divisi Teknis KPU Sumbar, Izwaryani, Selasa (7/9/2020).

Dikatakan Izwaryani, RSUP M Djamil mempersyaratkan, seluruh kepala daerah yang akan menjalani tes kesehatan, mesti mengantongi surat bebas Covid19.


Artinya, 49 bakal pasangan calon (Bapaslon) kepala daerah tingkat kota/kabupaten dan provinsi, mesti menjalani test swab, sebelum bisa mengikuti rangkaian pemeriksaan kesehatan yang akan berakhir 11 September 2020 nanti.

"Pemeriksaan kesehatan ini, telah dimulai 4 September 2020 lalu. Namun, karena jadwalnya berbarengan dengan pemeriksaan kesehatan CPNS Kejaksaan, maka test swab untuk calon kepala daerah baru bisa difasilitasi pihak rumah sakit mulai 7 September 2020," ungkapnya.

"Sebanyak 47 kepala daerah yang telah jalani test swab, telah dinyatakan negatif Covid19. Dengan begitu, mereka bisa mengikuti tahapan tes kesehatan," ungkapnya.

Kelima calon kepala daerah yang positif Covid19 itu, seorang di antaranya berasal dari Kabupaten Limapuluh Kota, Agam (2 orang), Solok Selatan (1 orang) dan Kota Solok (1 orang).

Sebagaimana diketahui, ada tiga aspek yang dilakukan pengujian terhadap masing-masing pasangan bakal calon. Ketiganya yakni mulai dari kesehatan jasmani, rohani, dan bebas dari penyalahgunaan narkoba.

Tiga aspek ini jadi penting sekali, karena berkenaan dengan kelayakan menjadi kepada daerah, khususnya dilihat dari sisi kesehatan. Tujuannya, agar nanti saat terpilih nanti, proses pelaksanaan pemerintahan bisa berjalan tanpa kendala yang muncul dari kesehatan para bakal calon itu.

Pada aspek jasmani, setidaknya ada 12 sistem yang kami uji. Mulai dari sistem pernapasan, peredaran darah, bahkan juga ke faktor kemungkinan si bakal calon terkena kanker juga diperiksa.

Sedangkan pada aspek rohani, dilakukan pengujian kesehatan kejiwaan, intelektual. Termasuk juga aspek perilaku, seperti kontrol emosi dan sebagainya. Demikian juga dengan narkoba, semuanya harus negatif.

"Salah satu kegiatan saat pemeriksaan kesehatan jasmani, yaitu mengikuti treadmill. Salah satu yang diperiksa itu terkait dengan fungsi jantung. Sementara, Covid19 menyerang sistem pernafasan, jantung dan lainnya. Jika penderita Covid19 ini mengikuti treadmill, tentu akan berbahaya bagi kesehatannya," ungkap Izwaryani menyebutkan alasan pentingnya surat bebas Covid19 bagi calon kepala daerah.

"Makanya, RSUP M Djamil mempersyaratkan, sebelum mengikuti tahapan pemeriksaan kesehatan, para calon kepala daerah ini mesti mengantongi bebas Covid19 selain faktor penularan dan alasan medis lainnya," tambah dia.

Apakah akan membatalkan pencalonan jika terpapar Covid19? Izwaryani mengatakan, "Positif terpapar Covid19, tidak akan menggagalkan pencalonan. Tak perlu khawatir," tegasnya.

Apakah jumlahnya akan terus bertambah? Menurut Izwaryani, kemungkinan itu bisa saja terjadi. Karena, baru 52 kepala daerah yang mengikuti test swab. Masih ada 46 orang lagi yang belum mengikuti.

"Kepala Laboratorium Diagnostik dan Riset Penyakit Infeksi Fakultas Kedokteran Universitas Andalas, Dr Andani Eka Putra menjanjikan, akan memfasilitasi KPU yang akan menjalani tahapan pemeriksanaan calon kepala daerah," ungkapnya.

"Kita diminta mengkoordinir pemeriksaan test swab. Dengan begitu, sampel calon kepala daerah bisa diprioritaskan pemeriksaannya sehingga bisa tuntas dalam 1x24 jam," ungkapnya. (kyo)

Install aplikasi Valora News app di Google Play

Berita Ranah lainnya
Berita Provinsi Sumatera Barat lainnya