MTsN 06 Padang Alai Gelar Pelatihan Menulis

AI Mangindo Kayo | Kamis, 11-09-2020 | 16:51 WIB | 318 klik | Kab. Padang Pariaman
<p>MTsN 06 Padang Alai Gelar Pelatihan Menulis<p>Kepala MTsN 06 Padang Alai, Ali Wardana bersama Armaidi Tanjung (pemateri) foto bersama dengan peserta Pelatihan Menulis di MTsN 06 Padang Alai, Kecamatan V Koto Timur, Kabupaten Padangpariaman, Kamis (10/9/2020). (istimewa)

VALORAnews - Kemampuan menulis sangat penting bagi seorang guru. Dengan menulis, seorang guru dapat melakukan pencerahan, mengemukakan aspirasi dan isi kepalanya dalam bentuk tulisan.

Hal itu disampaikan Kepala Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN) 06 Padang Alai, Ali Wardana, Kamis (10/9/2020) saat membuka Pelatihan Menulis di MTsN 06 Padang Alai, Kecamatan V Koto Timur, Kabupaten Padangpariaman. Pelatihan menulis ini, menghadirkan narasumber, Armaidi Tanjung, penulis buku.

Dikatakan Ali Wardana, menulis memang sudah bisa dilakukan karena sudah puluhan tahun menulis sejak di bangku sekolah dasar. Tapi, menulis yang mengeluarkan isi pikiran, gagasan dan ide yang mampu dibaca publik melalui media massa maupun buku, nyaris belum mampu. Mungkin karena kurangnya motivasi, tidak ada dorongan dari pihak lain, atau rendahnya minat membaca.


"Karena itu, dengan adanya pelatihan menulis ini, kami berharap guru MTsN 06 Padang Alai ke depannya juga mampu menulis karya ilmiah. Orang lain bisa, kenapa kita tidak bisa," tutur Ali Wardana menyemangati peserta pelatihan.

Ali Wardana berharap, tahun depan, guru MTsN 06 Padang Alai bisa meluncurkan buku hasil karyanya. Harapan lainnya, bagaimana guru menyadari pentingnya menulis dan membaca. "Dengan menulis dan membaca, bisa menggambarkan siapa dan bagaimana kita. Seberapa luas sudut pandang yang dimiliki dari hasil bacaan yang dibaca. Hal itu nantinya bisa dibuktikan dari tulisan yang dihasilkan," terangnya.

"Sudah banyak madrasah yang luncurkan buku. MTsN 06 Padang Alai, walaupun di batas wilayah, di pinggir, tapi hendaknya juga bisa melahirkan sebuah buku. Dengan menulis mampu berubah pola pikir ke depan seseorang," tutur Ali Wardana.

Pelatihan menulis ini diharapkan mampu meningkatkan literasi berbahasa guru-guru di MTsN 06 Padang Alai. "Sebelumnya, tidak mengetahui seluk beluk menulis, termasuk menulis buku, maka setelah pelatihan ini diharapkan guru MTsN 06 Padang Alai mampu menghasilkan tulisan dan buku tahun depan," tutur Ali Wardana yang memulai karirnya sebagai tenaga pengajar honorer ini.

Sementara itu, Armaidi mengungkapkan, menulis itu perlu kesabaran, memiliki semangat terus belajar dan yang sangat penting adalah rajin membaca. Orang yang mengaku sulit menulis itu, dapat dipastikan jarang membaca. Karena antara membaca dan menulis sama persis seperti antara makan dan buang air besar.

"Tidak akan mungkin orang yang makannya rata-rata satu piring, buang air besarnya rata-rata dua piring. Tapi jika rata-rata makannya dua piring, tentu buang air besarnya lebih dari satu piring," tutur Armaidi Tanjung yang sudah menulis lebih dari 25 judul buku ini.

Dikatakan Armaidi Tanjung, jika dilihat ayat pertama dalam al Quran yang diturunkan Allah SWT kepada Nabi Muhammad SAW adalah perintah membaca. "Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu yang Menciptakan, Dia telah menciptakan manusia dari segumpal darah. Bacalah, dan Tuhanmulah yang Maha pemurah, yang mengajar (manusia) dengan perantaran kalam, Dia mengajar kepada manusia apa yang tidak diketahuinya."

Ayat tersebut, kata Armaidi, menunjukkan betapa pentingnya membaca. Namun, perintah tersebut sepertinya tidak banyak tergambar dalam perilaku keseharian masyarakat. Sehingga kebiasaan membaca sulit tumbuh dalam kehidupan keseharian dalam masyarakat.

"Banyak penulis terkenal diawali dengan aktifitas membacanya yang tinggi. Mereka sangat mencintai buku dan rajin menulis," tutur Armaidi Tanjung penulis buku Menulis Buku, Gampang Kok! ini. (rls)

Install aplikasi Valora News app di Google Play

Berita Pendidikan lainnya
Berita Kab. Padang Pariaman lainnya