BIM Sediakan Layanan PCR Test

Ini 5 Fokus Protokol Kesehatan di Bandara untuk Dukung PSBB Jakarta

AI Mangindo Kayo | Jumat, 11-09-2020 | 07:15 WIB | 218 klik | Nasional
<p>Ini 5 Fokus Protokol Kesehatan di Bandara untuk Dukung PSBB Jakarta<p>Fasilitas pendukung penerapan protokol kesehatan Covid19 di terminal internasional Bandara Soekarno-Hatta. (istimewa)

VALORAnews - PT Angkasa Pura II (Persero) dan stakeholder menerapkan protokol kesehatan secara ketat di Bandara Soekarno-Hatta dan Bandara Halim Perdanakusuma. Ketatnya protokol kesehatan ini, mendukung ditetapkannya kembali Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di DKI Jakarta mulai 14 September 2020.

Protokol kesehatan di bandara PT Angkasa Pura II fokus pada jaga jarak (physical distanding), pengecekan kesehatan (health screening), layanan tanpa sentuh (touchless processing), kebersihan fasilitas (facility cleanliness & sanitizing) dan perlindungan terhadap setiap individu di bandara (people protection).

"Setiap personel di bandara, memastikan 5 fokus tersebut dapat diwujudkan di setiap bandara termasuk Soekarno-Hatta dan Halim Perdanakusuma," ungkap President Director PT Angkasa Pura II Muhammad Awaluddin dalam pernyataan tertulis, Jumat (11/9/2020).


Dikatakan, untuk pengecekan suhu tubuh traveler, dijalankan di terminal keberangkatan dan kedatangan, lalu pengecekan surat hasil rapid test dan PCR test, dilakukan secara ketat dengan proses antrean yang sangat baik.

Di seluruh area bandara, terang dia, juga rutin dilakukan disinfeksi dan disediakan berbagai fasilitas seperti hand sanitizer dan wastafel. Setiap orang di terminal penumpang juga wajib menggunakan masker.

"Protokol kesehatan di Bandara Soekarno-Hatta dan Halim Perdanakusuma juga dimungkinkan untuk diperketat misalnya dengan penambahan personel aviation security atau customer service, peningkatan frekuensi disinfeksi di area bandara, penambahan titik hand sanitizer, fasilitas cuci tangan, dan berbagai upaya untuk menjaga kebersihan dan higienitas bandara," jelas Muhammad Awaluddin.

Pergerakan Penumpang Normal

Pada awal September 2020 ini (1-8 September 2020), rata-rata pergerakan penumpang di 19 bandara PT Angkasa Pura II sebanyak 66.032 orang/hari. Khusus di Bandara Soekarno-Hatta, rata-rata pergerakan penumpang mencapai 38.852 orang/per hari.

PT Angkasa Pura II memperkirakan, penerapan PSBB di DKI Jakarta pada pekan depan, tidak berdampak signifikan terhadap pergerakan penumpang di 19 bandara termasuk di Bandara Soekarno-Hatta.

"PSBB penuh di DKI Jakarta pada 14 September nanti, ditetapkan setelah ada angka psikologis baru pergerakan penumpang di tengah pandemi. Hal ini berbeda ketika PSBB diterapkan pertama kali yaitu tidak jauh ketika penerbangan di dalam kondisi normal, sehingga terjadi penurunan pergerakan penumpang pada April 2020 cukup signifikan," jelas Muhammad Awaluddin.

Selain itu, kepercayaan masyarakat terhadap sektor penerbangan juga mulai terjaga, berkat berjalannya protokol kesehatan secara ketat yang dijalankan PT Angkasa Pura II dan stakeholder antara lain maskapai, Kantor Kesehatan Pelabuhan Kementerian Kesehatan (KKP Kemenkes), dan Satgas Percepatan Penanganan COVID19.

Muhammad Awaluddin menuturkan, saat ini kondisi penerbangan di Bandara Soekarno-Hatta masih berada di dalam koridor regulasi yang ditetapkan sesuai dengan Surat Edaran Ditjen Perhubungan Udara No 13 Tahun 2020.

Berdasarkan surat edaran tersebut, jumlah penumpang waktu sibuk di terminal bandara maksimal 50%. Sementara itu, di Soekarno-Hatta rata-rata baru 35% dari kapasitas. Adapun load factor dibatasi maksimal 70%, sementara jumlah penumpang pesawat yang berangkat dari Soekarno-Hatta saat ini rata-rata berkisar 52% - 54% dari kapasitas pesawat.

"Melihat data-data yang ada, Bandara Soekarno-Hatta masih sangat optimal dan maksimal dalam beroperasi dengan mengedepankan protokol kesehatan di tengah pandemi ini," jelas Muhammad Awaluddin.

Terpisah, Executive General Manager (EGM) PT Angkasa Pura II (Persero) Cabang BIM, Yos Suwagiono mengatakan, untuk BIM dengan pergerakan penumpang yang masih berkisar 2.000-3.000 penumpang per hari, masih akan terus dan tetap menerapkan Protokol Cov19 secara ketat.

"Sekarang ini di BIM, wajib menggunakan masker di area bandara, sehingga diimbau pada pengguna jasa bandara untuk selalu menyiapkan masker dan kelengkapan lainnya jika bepergian ke fasilitas publik khususnya bandara," tegasnya.

Untuk penerbangan, saat ini di BIM masih di pergerakan 20-30 penerbangan dari hari normal biasanya sampai dengan 80 pergerakan per hari.

"Sampai saat ini, khusus di BIM area kedatangan masih tersedia fasilitas swab gratis, yang memungkinkan bagi masyarakat yang ingin melaksanakan PCR Test, untuk mengetahui kondisi secara personal. Untuk penumpang yang datang dan berangkat, hasil rapid test masih dipersyaratkan sebagai dokumen data dukung dalam proses pemberangkatan," urai dia.

Untuk PCR Test sendiri, terang dia, sebagai jawaban atas beberapa pertanyaan dan keraguan masyarakat bahwa untuk berangkat atau datang ke dan dari BIM harus swab itu tidak benar.

Selain itu, operasional seluruh bandara PT Angkasa Pura II juga memenuhi Peraturan Menteri Perhubungan No. PM 41/2020 tentang Perubahan Atas Permenhub No 18/2020 tentang Pengendalian Transportasi Dalam Rangka Pencegahan Penyebaran Covid19.

Peraturan lain yang menjadi pegangan operasional bandara PT Angkasa Pura II adalah Surat Edaran Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid19 No 9 Tahun 2020 tentang Perubahan Atas Surat Edaran 7/2020 tentang Kriteria dan Persyaratan Perjalanan Orang Dalam Masa Adaptasi Kebiasaan Baru Menuju Masyarakat Produktif dan Aman Covid19. (kyo)

Install aplikasi Valora News app di Google Play

Berita Bisnis lainnya
Berita Nasional lainnya