8 Nagari di Limapuluh Kota akan Dilewati Jalan Tol, 14 Km Berupa Terowongan

AI Mangindo Kayo | Selasa, 08-09-2020 | 07:54 WIB | 5088 klik | Kab. Lima Puluh Kota
<p>8 Nagari di Limapuluh Kota akan Dilewati Jalan Tol, 14 Km Berupa Terowongan<p>Bupati Limapuluh Kota, Irfendi Arbi saat memberikan arahan pada sosialisasi rencana pembangunan jalan tol Pekanbaru-Padang di Tanjung Pati, Selasa (8/9/2020). (humas)

VALORAnews - Bupati Limapuluh Kota, Irfendi Arbi meminta semua pihak, mendukung pembangunan jalan tol Pekanbaru-Padang. Ia mengharapkan setiap persoalan yang muncul, dibicarakan secara musyawarah.

Hal itu ditekankan Irfendi dalam arahannya pada acara sosialisasi rencana pembangunan jalan tol Pekanbaru-Padang di Tanjung Pati, Selasa (8/9/2020).

"Kita tidak ingin ada pihak yang menolak atau menghalangi pembangunan jalan tol yang akan melewati Kabupaten Limapuluh Kota ini. Kalau nantinya ada yang kurang tepat, mari kita bicarakan dengan baik-baik," tutur Irfendi dihadapan para tokoh dan berbagai elemen masyarakat yang hadir dalam acara sosialisasi tersebut.


Dikatakan, infrastruktur ini akan memberikan dampak positif bagi ekonomi masyarakat dan daerah. Tak kalah pentingnya, akan mendorong pertumbuhan ekonomi usaha mikro kecil dan menengah (UMKM).

Selain itu, dengan adanya jalan bebas hambatan ini, bisa dipastikan arus lalu lintas kendaraan termasuk yang bertonase besar akan menjadi lancar.

SSaya optimistis, jalan tol akan mendorong pertumbuhan ekonomi usaha kecil dan mikro, serta akan memunculkan kawasan industri. Di samping itu, jalan tol juga akan memperlancar arus transportasi atau perpindahan orang, distribusi barang dan pertumbuhan jasa," papar Irfendi.

"Dengan berbagai dampak positif tersebut, saya mengajak segenap masyarakat mendukung pembangunan infrastruktur ini," ulang Irfendi.

Sementara itu, Kepala Dinas PU Setdakab Limapuluh Kota, Yunire Yunirman didampingi Kabid Penataan Ruang dan Pertanahan, Fatma Nofita serta PT HK menjelaskan, jalan tol itu akan melewati delapan nagari di Kecamatan Payakumbuh, Harau dan Pangkalan dengan panjang jalan sekitar 43 kilometer dan terowongan sepanjang 14 kilometer.

Dikatakan Nofita, sebelum pelaksanaan fisik akan ada sejumlah tahapan sosialisasi ke tengah masyarakat. Berikutnya, akan ditindak lanjuti dengan pembebasan lokasi yang diharapkan bisa terealisasi pada awal tahun 2021.

"Setelah sosialisasi tahap awal ini, nantinya akan ada sosialisasi berikutnya, hingga masyarakat menerima rencana pembangunan jalan tol tersebut. Kita berharap tidak ada kendala, sehingga target fisik selesai tahun 2024," tutur Fatma. (rls)

Install aplikasi Valora News app di Google Play

Berita Ranah lainnya
Berita Kab. Lima Puluh Kota lainnya