Pengurus Baznas Bukittinggi Dikadukan ke Bawaslu, Yasril: Saat Itu Saya Tengah Sampaikan Tausyiah

AI Mangindo Kayo | Kamis, 08-10-2020 | 14:32 WIB | 336 klik | Kota Bukittinggi
<p>Pengurus Baznas Bukittinggi Dikadukan ke Bawaslu, Yasril: Saat Itu Saya Tengah Sampaikan Tausyiah<p>Pengurus Baznas Bukittinggi, Yasril Rahmadian yang dikadukan Young Heppy ke Bawaslu terkait dugaan kampanye untuk salah satu pasangan calon wali kota dan wakil wali kota Bukittinggi pada pemilihan serentak 2020. (hamriadi/valoranews)

VALORAnews - Salah seorang pengurus Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Bukittinggi, Yasril Rahmadian, yang diduga terlibat politik praktis sesuai sangkaan Young Heppy ke Bawaslu Bukittinggi, mengaku siap menerima segala resiko dari Baznas.

"Kalau memang Baznas memberi tindakan, saya siap menerimanya. Yang pasti, saya tidak terlibat pengurus PAN termasuk tim pemenangan Rasya, Ramlan Nurmatias-Syahrizal," ujar Yasril di Bukittinggi, Rabu (7/10/2020).

Menurut dia, terkait namanya yang masuk dalam tim pemenangan Rasya, ia bakal mempertanyakan pada tim Rasya yakni Edison, kenapa namanya dimasukkan. Dia akan meminta agar namanya dikeluarkan dari tim itu.


Sedangkan namanya masuk jajaran pengurus DPC PAN Bukittinggi, Yasril mengaku, juga telah membuat surat pernyataan yang menyatakan, dirinya tidak pernah memberi pernyataan kesediaan jadi pengurus baik secara lisan maupun tulisan.

"Ini surat saya buat yang menerangkan saya tidak terlibat pengurus PAN. Tinggal ditandatangani ketua Rahmi Brisma. Jika tidak mau, akan saya gugat ke PTUN," katanya.

Menurut dia, jika sebagai pengurus PAN, tentu dia mengetahuinya. Namun, Yasrul merasa tidak pernah dilantik sebagai pengurus partai. Selain itu, juga tidak pernah ikut rapat-rapat partai.

"Kalau ada, tentu ada foto dan notulen bahwa saya pernah ikut rapat di partai," ungkapnya.

Yasril mengaku, dirinya mengetahui masuk pengurus PAN dan tim pemenangan Rasya, setelah laporan Young Heppy di Bawaslu Bukittinggi yang tersiar di sejumlah media massa. (Baca: Diduga Terlibat Politik Praktis, Pengurus Baznas Bukittinggi Dibawaslukan)

Dia menjelaskan, hubungan dirinya dengan Tim Rasya hanya sebatas penceramah, bukan sebagai Tim pemenangan.

"Saya memang sering diundang sebagai penceramah. Tapi, saya tidak mengetahui nama saya dimasukan ke dalam anggota tim pemenangan Ramlan Nurmatias-Syahrizal (Rasya)," tuturnya.

Terkait pengurus Baznas dilarang ikut berpolitik praktis, Yasril mengakui, tahu tentang aturan tersebut. Makanya, dia kaget, kenapa nama masuk ke dalam tim pemenangan.

"Saya dilantik sebagai pengurus Baznas pada 18 September 2020," katanya.

Mengenai postingan di media sosial facebook yang diupload akun Eddie Moenir, bahwa ada gambar dirinya saat menggunakan baju batik sembari mengacungkan jari telunjuk, yang isi postingan 'pesan ustadz untuk tanggal 9 Desember 2020 yang akan selalu diingat adalah pilih nomor satu."

Yarsil dengan tegas mengatakan, waktu itu ia memang lagi di posko tim pemenangan. Saat itu, Yasril mengaku tengah memberikan tausyiah, tidak sebagai salah satu bagian dari tim pemenangan.

"Bahasa saya sampaikan bukan itu. Itu bukan bahasa saya (pesan ustadz untuk tanggal 9 Desember 2020 yang akan selalu diingat adalah pilih nomor satu-red)," ucapnya seraya mengaku tidak tahu ada postingan tersebut di facebook.

"Terkadang, tanpa konfirmasi atau tanpa tabayun ke saya, tau-taunya ada bahasa yang bukan bahasa saya seperti itu. Bahasa saya sampaikan, nomor satu itu identik dengan tauhid dalam Islam. Allah itu yang Maha Esa," ungkapnya. (ham)

Install aplikasi Valora News app di Google Play

Berita Metro lainnya
Berita Kota Bukittinggi lainnya