UIN Imam Bonjol Dukung Transformasi IAIN Batusangkar jadi Universitas

AI Mangindo Kayo | Sabtu, 10-10-2020 | 18:26 WIB | 147 klik | Kab. Tanah Datar
<p>UIN Imam Bonjol Dukung Transformasi IAIN Batusangkar jadi Universitas<p>Rektor IAIN Batusangkar, Dr Marjoni Imamora menyerahkan naskah nota kesepahaman pada Rektor UIN IB Padang, Prof Eka Putra Wirman, di Padang, Sabtu (10/10/2020). (jheni rahmad/valoranews)

VALORAnews - Rektor IAIN Batusangkar, Dr Marjoni Imamora menandatangani nota kesepahaman dengan Prof Eka Putra Wirman (Rektor UIN IB Padang) di Padang, Sabtu (10/10/2020). Kerjasama ini dalam rangka memperkuat alih status IAIN Batusangkar jadi universitas.

"Kerjasama sudah ditindaklanjuti dengan nota kesepahaman (MoU) dalam bentuk Pusat Studi Budaya Minangkabau dan Syarak, penugasan Profesor UIN IB untuk mengajar di IAIN Batusangkar, program merdeka belajar dan joint research and publication serta kerjasama lainnya," ungkap Warek III IAIN Batusangkar, Dr Sirajul Munir dalam keterangan persnya usai penandatanganan MoU.

Juga turut hadir dalam penandatangan MoU tersebut, Wakil Rektor II, III, Kabiro dan Kabag Kerjasama UIN IB. Sedangkan dari IAIN Batusangkar, selain Marjoni dan Sirajul, juga hadir Warek III, Dr Ikhwan.


"UIN Imam Bonjol Padang memberikan dukungan yang kuat agar IAIN Batusngkar bertransformasi jadi UIN Batusangkar," ungkapnya.

Disebutkan Sirajul, IAIN Batusangkar sebelumnya juga sudah melakukan silaturrahim dan penandatangan MoU dengan sejumlah universitas besar di Sumatera Barat dalam 2 bulan terakhir. Seperti UNP dan Unand.

"Ini semua, dalam rangka penguatan kelembagaan, sinergitas dan kerjasama antarlembaga," terangnya.

Pada kesempatan, Prof Eka Putra Wirman memuji tata kelola IAIN Batusangkar. Dia berharap, IAIN Batusangkar segera bertransformasi jadi UIN Batusangkar.

"Kami tidak akan menganggap IAIN Batusangkar sebagai saingan, tetapi sebagai mitra. Kami berharap bertransformsinya IAIN Batusangkar jadi UIN, akan menjadikan Sumatera Barat sebagai pusat destinasi pendidikan sebagaimana halnya Yogyakarta," ungkap Prof Eka.

Senada, Dr Marjoni mengungkapkan, kedatangan ke UIN Imam Bonjol dalam rangka membangun sinergi antar PTKIN yang ada di Sumatera Barat. "Kita harus sama-sama maju, untuk masyarakat Minangkabau dan Indonesia," ulasnya.

"Dengan distingsi keilmuan dan kekhasan masing-masing serta cita-cita yang sama dalam mempersiapkan generasi penerus bangsa, tidak membuat kita harus saling bersaing. Namun perlu bersinergi secara proporsional, dalam bentuk saling membangun dan melengkapi," urai Dr Marjoni.

Pada mulanya, IAIN Batusangkar berstatus Fakultas Tarbiyah IAIN Imam Bonjol. Kemudian, berubah jadi Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) berdasarkan Kepres No 11 Tahun 1997 beserta Surat Keputusan Menteri Agama RI No 285 Tahun 1997.

Kemudian, dari STAIN berubah lagi jadi Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Batusangkar setelah dikeluarkan Perpres No 147 Tahun 2015 bertarikh 23 Desember 2015. (jen)

Install aplikasi Valora News app di Google Play

Berita Pendidikan lainnya
Berita Kab. Tanah Datar lainnya