Ini Penyebab Urang Awak Tak Suka PDI Perjuangan Merujuk Survei Spektrum Politika

AI Mangindo Kayo | Senin, 12-10-2020 | 17:18 WIB | 151 klik | Provinsi Sumatera Barat
<p>Ini Penyebab Urang Awak Tak Suka PDI Perjuangan Merujuk Survei Spektrum Politika<p>Direktur Data dan Survei Spektrum Politika, Andri Rusta. (istimewa)

VALORAnews - Spektrum politika menemukan, 62 persen masyarakat Sumatera Barat tak pernah tahu dan tak mengenal tokoh-tokoh PDI Perjuangan yang ada di daerah mereka. Selain itu, 62,3 persen masyarakat Sumbar merasa tak ada tokoh PDI Perjuangan yang mau mendekatkan diri atau sekadar bertegur sapa dan berdiskusi.

"Angka-angka itu merupakan hasil survei kita tentang persepsi masyarakat Sumatera Barat terhadap PDI Perjuangan," ungkap Direktur Data dan Survei Spektrum Politika, Andri Rusta dalam siaran pers yang diterima, Senin (12/10/2020).

Survei ini digelar Spektrum Politika tak lepas dari lahirnya pernyataan Ketua Umum DPP PDI Perjuangan, Megawati Soekarnoputri yang sempat mengaku bingung dan bertanya-tanya, dengan rentetan kekalahan yang dialami partainya di tanah Minang. (Baca:Pilihan Politik Orang Minang Mengiringi Polarisasi Wacana Elit Nasional)


"Saya pikir kenapa ya, rakyat di Sumbar itu sepertinya belum menyukai PDI Perjuangan, meskipun sudah ada daerah yang mau ada DPC atau DPD," kata Megawati saat memberikan pengarahan kepada pasangan calon yang diusung partai berlambang banteng moncong putih itu di pemilihan serentak 2020 pada 2 September 2020 lalu.

Survei dilakukan pada periode 10-15 September 2020 di 19 kabupaten dan kota yang ada di Sumbar. Lembaga riset ini mewawancarai 1.220 responden yang diambil secara acak bertingkat (multistage random sampling). Margin of error penelitian ini 2,9 persen.

"Untuk menjaga kualitas survei ini, quality control juga dilakukan dengan cara menelepon ulang responden untuk mengonfirmasi jawaban mereka sebelumnya," ucap Andri tentang metodologi survei yang dilakukannya.

Lembaga riset ini juga menemukan, dukungan terhadap PDIP menyusut juga dipicu persepsi publik yang menilai PDIP kerap mengabaikan Islam. Hal ini tak lepas dari ideologi PDIP yang mengusung jargon keberagaman dan nasionalisme.

Jargon ini, kata Andri, memunculkan persepsi masyarakat Sumbar bahwa ruang terhadap pluralisme yang digagas PDI Perjuangan, justru mengabaikan keyakinan masyarakat Sumbar yang mayoritas Islam. "Sebanyak 44,1 persen masyarakat mempunyai persepsi seperti ini," ujar Andri.

Faktor lain, sambungnya, PDI Perjuangan tak mendapatkan dukungan maksimal di Sumbar karena lemahnya komunikasi politik elite PDI Perjuangan. Faktor lainnya, aktivitas politik PDI Perjuangan tak sesuai dengan keyakinan politik masyarakat. Angkanya berada dikisaran 60,3 persen.

"Ada juga faktor arogansi elite PDI-P di pusat. Sebanyak 58,1 persen masyarakat menilai adanya sikap arogansi dan overacting elite partai ini, sehingga mempengaruhi cara pandang mereka terhadap PDI Perjuangan," tutur Andri yang juga dosen Jurusan Ilmu Politik pada Fakultas ISIP Universitas Andalas itu.

Faktor lainnya adalah dominasi elite PDI-P di pemerintah. Andri mengatakan bahwa 55,9 persen masyarakat menyatakan, pengaruh PDIP terlalu dominan dalam penyelenggaraan pemerintah Jokowi. Faktor lainnya adalah gagasan, sikap dan perilaku elite PDI Perjuangan di tingkat pusat yang bermasalah alam kacamata urang awak.

"Gagasan, sikap dan perilaku politik elite PDIP di pusat dalam pemberitaan di media cetak dan media daring (online) tak sesuai dengan harapan dan keinginan masyarakat. Sebanyak 48 persen masyarakat tak menyukai gagasan, sikap dan perilaku politik elite PDI Perjuangan," urai dia. (kyo)

Install aplikasi Valora News app di Google Play

Berita Ranah lainnya
Berita Provinsi Sumatera Barat lainnya