Dideklarasikan pada HPN 2020

Berbekal Pengurus di 29 Provinsi, Teguh Santosa Daftarkan JMSI jadi Konstituen Dewan Pers

AI Mangindo Kayo | Senin, 26-10-2020 | 21:04 WIB | 120 klik | Nasional
<p>Berbekal Pengurus di 29 Provinsi, Teguh Santosa Daftarkan JMSI jadi Konstituen Dewan Pers<p>Ketua Umum JMSI, Teguh Santosa menyerahkan berkas pendaftaran sebagai calon konstituen Dewan Pers pada Ketua Komisi Penelitian, Pendataan dan Verifikasi Dewan Pers, Ahmad Djauhar, Senin (26/10/2020) pagi. (istimewa)

VALORAnews - Dideklarasikan pada 8 Februari 2020, Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI) dapat memenuhi persyaratan untuk jadi konstituen Dewan Pers. Soliditas, komitmen serta pengalaman dan dedikasi, adalah sejumlah kata kunci yang memungkinkan hal itu terjadi dalam waktu singkat.

Demikian disampaikan Ketua Umum JMSI, Teguh Santosa ketika secara resmi menyampaikan berkas pendaftaran JMSI ke Dewan Pers, Senin (26/10/2020) pagi.

"JMSI ini usianya relatif muda, karena deklarasi dilakukan pada 8 Februari di Banjarmasin, bersamaan dengan Hari Pers Nasional (HPN) 2020. Sementara, Munas pertama diselenggarakan akhir Juni 2020 yang mempercayakan kepada saya dan Bang Mahmud Marhaba, untuk mengelola organisasi ini," ujar Teguh.


"Komitmen kita semua, solid untuk ikut menciptakan ekosistem pers yang sehat dan profesional," sambung Teguh Santosa yang didampingi Mahmud Marhaba (Sekjen JMSI).

Teguh menambahkan, pengalaman dan dedikasi juga merupakan kata kunci, karena baik dirinya maupun setengah dari pengurus JMSI di tingkat provinsi, telah memiliki pengalaman mendirikan dan membesarkan organisasi perusahaan media siber.

Dalam pendaftaran itu, juga hadir Ketua Dewan Pembina JMSI Gita Wirajawan, Irawati Hermawan (anggota Dewan Pembina), Agung Darmajaya (Ketua Dewan Pakar JMSI) serta Marah Sakti Siregar dan Syahrial Nasution (anggota Dewan Pakar JMSI).

Demikian juga pengurus JMSI dari Jakarta, Banten, Jawa Barat, Nusa Tenggara Barat (NTB) dan Gorontalo. Sementara, pengurus JMSI di daerah lainnya ikut berpartisipasi di ruang virtual zoom dan menyaksikan siaran langsung di Facebook JMSI.

Rombongan JMSI diterima Ketua Komisi Penelitian, Pendataan dan Verifikasi Dewan Pers, Ahmad Djauhar serta Hendry Ch Bangun (Wakil Ketua Dewan Pers).

Teguh mengingatkan, pertumbuhan media siber di tanah air semakin pesat. Di 2017 saja, menurut Kementerian Komunikasi dan Informatika, jumlahnya mencakai angka 43 ribu media. Sementara, di 2019, jumlahnya terus bertambah hingga di atas 50 ribu media. Dengan demikian, kehadiran JMSI sebagai konstituen Dewan Pers akan tetap relevan.

"Saya haqul yakin, Dewan Pers karena melihat pengalaman dan komitmen kita, akan menerima JMS jadi konstituen Dewan Pers. Hari ini yang diterima adalah pendaftararan Pimpinan Pusat. Setelah ini akan dilakukan verifikasi di masing-masing daerah," terang Teguh.

"Saya berharap, dengan dukungan dari Bang Djauhar, Bang Hendry, Mas Agung dan tentu saja (Ketua Dewan Pers) Pak Muhammad Nuh yang adalah sahabat baik Ketua Dewan Pembina kita, Bapak Gita Wirjawan, Insyaa Allah di Februari 2021 nanti, pada saat Hari Pers Nasional di DKI Jakarta, JMSI sudah resmi jadi konstituen Dewan Pers," ujar Teguh.

Ditambahkan Mahmud Marhaba, saat ini JMSI telah berada di 29 provinsi. "Kami menyerahkan SK mereka (Pengurus Daerah JMSI) yang sudah bersama-sama berkomitmen. Kita berharap, kolaborasi dari 29 Pengurus Daerah ini, akan jadi warna baru dalam dunia pers nasional ke depan," ujar Mahmud Marhaba.

Hal Baik

Sebelumnya, Ketua Komisi Penelitian, Pendataan dan Verifikasi Dewan Pers, Ahmad Djauhar mengatakan, keinginan JMSI menjadi konstituen Dewan Pers adalah hal baik.

Ahmad Djauhar menjelaskan, di tahun 2020 ini, Dewan Pers telah menerima tiga konstituen baru, sehingga saat ini ada 10 konstituen Dewan Pers. Namun begitu, Dewan Pers merasa masih perlu menambah konstituen karena tantangan yang dihadapi semakin tinggi.

"Dengan sendirinya, nantinya proyeksi ke depan juga akan menambah anggota Dewan Pers. Jangan hanya sembilan orang. Lha wong urusannya senegara, masa dipikirkan hanya oleh sembilan orang," demikian Ahmad Djauhar. (rls)

Install aplikasi Valora News app di Google Play

Berita Rantau lainnya
Berita Nasional lainnya