Dibina Melalui Program Kemitraan Pertamina

Produk Masker dari Sanggar D'Kartini Bungus Teluk Kabung Tembus Pasar Nasional

AI Mangindo Kayo | Senin, 26-10-2020 | 22:43 WIB | 167 klik | Nasional
<p>Produk Masker dari Sanggar D'Kartini Bungus Teluk Kabung Tembus Pasar Nasional<p>Sembilan orang ibu-ibu Kelurahan Bungus yang berkegiatan di Sanggar D'Kartinis, di Kecamatan Bungus Teluk Kabung, Kota Padang, Sumatera Barat, tengah berupaya mengejar target produk masker pesanan berbagai daerah di Indonesia. (veby rikiyanto/valoranews)

VALORAnews - Wajah-wajah penuh semangat, tampak semburat dari wajah sembilan orang ibu-ibu yang berkegiatan di Sanggar D'Kartinis, di Kecamatan Bungus Teluk Kabung, Padang.

Sembari sesekali membetulkan face shield yang mereka kenakan, masing-masing tampak sibuk dengan aktivitasnya. Ada yang mengukur, menggunting pola serta ada yang sibuk menjahit kain untuk dibuat masker pesanan yang mereka peroleh.

Masker produksi D'Kartinis, merupakan pesanan dari berbagai instansi, bahkan juga sudah dipasarkan di beberapa daerah di Sumatera Barat bahkan sampai ke Pulau Jawa.


Sanggar D'Kartinis yang terbentuk pada awal 2018 ini, terdiri dari ibu-ibu rumah tangga. Mereka diberikan bantuan pelatihan menjahit melalui program pemberdayaan masyarakat melalui Program Kemitraan dan Bina Lingkungan (PKBL) Pertamina atau Small Medium Enterprise Partnership Program & Social Responsibility (SMEPP & SR). Program ini lebih dikenal dengan sebutan Kemitraan Pertamina.

Menurut Vira, fasilitator pendamping dari Human Interaktif, para ibu ini awalnya diberikan pelatihan menjahit tingkat dasar selama enam bulan.

"Setelah itu, Pertamina membantu menyediakan peralatan mesin jahit serta obras serta bantuan stimulan berupa bahan-bahan seperti kain untuk pembuatan seprai," terang Vira saat ditemui di outlet D'Kartinis, Rabu (14/10/2020).

Selanjutnya, menurut Vira, para ibu ini kembali mendapat pelatihan tingkat lanjut agar dapat menghasilkan produk yang bisa bernilai ekonomis.

"Awalnya, kita fokus pada pembuatan seprai, namun sejak pandemi Covid19, kita melihat kebutuhan masker sangat tinggi. Lalu, kita coba belajar membuat masker, ternyata dapat respon positif," lanjut Vira.

Dalam sehari, masing-masing anggota D'Kartinis mampu membuat 100-200 lembar masker non medis. Laris manisnya penjualan masker produksi D'Kartinis, tentunya berdampak terhadap pendapatan para anggotanya.

Hal ini diungkapkan, Ibu Sri, salah seorang anggota D'Kartinis. Sejak mendapat pelatihan menjahit melalui progam pembinaan dari Pertamina, dirinya bisa memperoleh penghasilan sendiri guna membantu suaminya yang berprofesi sebagai nelayan tradisional.

"Sejak bergabung dengan D'Kartinis, saya dapat membantu perekonomian keluarga namun tidak mengganggu tugas rumah tangga karena pekerjaan menjahit dapat dilakukan di rumah. Tinggal ambil pola dan bahan, kita jahit sendiri di rumah," ujarnya.

Bahkan, sejak tingginya orderan masker buatan D'Kartinis, ia mengaku sudah bisa menabung serta membeli peralatan rumah tangga.

"Alhamdulillah, saya sudah bisa membeli mesin cuci. Terima kasih Pertamina," ujarnya sembari tersenyum.

Hal senada disampaikan Ibu Nelriwati. Janda dua anak ini mengaku sangat bersyukur, dapat pelatihan dan pembinaan dari Pertamina melalui D'Kartinis.

"Dari membuat masker, saya bisa memperoleh penghasilan Rp100 ribu hingga Rp200 ribu per harinya. Saya sangat bersyukur, telah mendapat pelatihan dari Pertamina, serta bergabung dengan D'Kartinis, dengan inilah saya bisa membiayai kebutuhan saya dan dua orang anak saya yang masih sekolah," ungkapnya.

Selain mampu meningkatkan perekonomian, saat ini D'Kartinis sudah mampu menyewa outlet yang digunakan untuk tempat bekerja juga sebagai galeri dan pusat penjualan produk.

"Dari hasil penjualan, kita menyisihkan penghasilan untuk uang kas. Dari uang kas ini kita sekarang sudah mampu menyewa sebuah outlet. Bahkan, kita juga sudah melakukan aksi sosial dengan membagikan 1.000 masker pada masyarakat sebagai bentuk kepedulian terhadap pandemi Covid19," ujar Vira.

Untuk tahap berikutnya, menurut Vira, para anggota D'Kartinis akan mendapat pelatihan pemasaran produk dengan memanfaatkan networking seperti media sosial.

"Nanti ibu-ibu ini kita latih jualan di medsos, biar dapat mengembangkan pemasaran produk serta hasil karyanya. Kita ingin dapat berbuat sesuatu, jangan pandemi menjadi penghalang para kartini dalam berkarya," pungkas Vira.

Selain itu, dengan keberhasilan program ini, nantinya para ibu anggota D'Kartinis lainnya, dapat menularkan ilmu dan pengalamannya ke ibu-ibu lain. Sehingga, bermunculan kelompok-kelompok usaha lain.

"Dengan demikian, ikut mendukung pemerintah dalam menciptakan lapangan kerja serta mendukung program ekonomi berbasis masyarakat," tukasnya.

Tangguh dan Mandiri

SMEPP & SR atau lebih dikenal dengan sebutan PKBL ini diatur dalam Permen-02/MBU/7/2017 tentang Program Kemitraan dan Bina Lingkungan Badan Usaha Milik Negara. Semangat Pertamina dalam melaksanakan PKBL merupakan bentuk komitmen tanggung jawab sosial perusahaan pada masyarakat.

SMEPP merupakan upaya Pertamina untuk meningkatkan kemampuan usaha kecil agar menjadi tangguh dan mandiri. Program ini dilakukan dengan menyalurkan dana pinjaman, pendampingan serta pembinaan usaha.

Penyaluran Dana Pinjaman Program Kemitraan diberikan dengan nilai hingga Rp200 juta dan jasa administrasi sebesar 3 persen per tahun. Setelah modal, mitra binaan ditingkatkan kemampuannya sehingga dapat bersaing menjadi tangguh dan mandiri.

"Program ini merupakan komitmen Pertamina memperluas manfaat bantuan Program Kemitraan pada pelaku UMKM yang terdampak pandemi Covid19. Antara lain permodalan, pemberian pelatihan dan sertifikasi, serta akses pasar," ungkap Vice President (VP) CSR & SMEPP Pertamina, Arya Dwi Paramita dalam sebuah video conference, 12 Juni 2020 lalu.

Dikatkan Arya, program kemitraan ini murni kegiatan community development untuk membangkitkan ekonomi daerah melalui UMKM. Artinya program berfokus untuk melakukan pemberdayaan bagi masyarakat juga UMKM.

Program PKBL ini telah dilaksanakan Pertamina sejak 1993, dimana setiap tahunnya terjadi peningkatan jumlah penyaluran dana untuk program ini. Terdapat banyak mitra binaan PKBL Pertamina yang telah mandiri dan tangguh, dimana hal tersebut dapat dibuktikan dengan pesatnya perkembangan usaha mereka.

"Saat ini mereka telah melakukan aktivitas pemasaran tidak hanya menjangkau pasar dalam negeri tetapi juga hingga merambah ke luar negeri," terangnya.

Dikutip dari laman pertamina.com, keberhasilan PKBL dalam mengelola para mitra binaan, terlihat dari berbagai penghargaan yang diperoleh. Penghargaan yang didapat antara lain adalah PR Asia Awards Tahun 2019, Penghargaan Program Kemitraan dan Bina Lingkungan Terbaik kategori Perusahaan Pertambangan dan Penggalian dari Majalah Warta Ekonomi tahun 2018 dan 2019, Penghargaan Indonesia Green Award (IGA) Tahun 2017, 2018, dan 2019, TOP CSR 2017, serta The Best Nusantara CSR Awards Tahun 2017 dan 2018.

Hal ini menunjukkan bahwa keseriusan dan eksistensi PKBL telah diakui secara luas. Dengan memanfaatkan seluruh sektor, PKBL menghasilkan mitra binaan yang unggul dan sukses sehingga mampu memberikan hasil maksimal dan membuat masyarakat menjadi lebih kreatif dalam memenuhi kebutuhannya. Lebih dari itu mereka juga mampu untuk menghasilkan produk atau jasa yang bermanfaat bagi masyarakat luas.

Selain itu, mitra binaan Pertamina, juga telah hadir di Festival Terampil (DKI Jakarta), Hijab Celebration Day 2019, Terminal Executive Merak, Women Conference, Adiwastra, Kowani, Inacraft, Bazaar IIP, Bazaar Dhawafest, Bazaar Ramadhan Pertamina, DJP Fair, Tunjukkan Indonesiamu, Warisan 2019, Interior & Craft (ICRA), TEI, Crafina, Nusacraft (Mall to Mall), Katumbiri. Pertamina telah menghadirkan mitra binaan di 18 pameran dengan total penjualan sebesar Rp4.148 miliar.

Kiprah internasional juga ditunjukkan di Mall to Mall (Pop Up Market) yang diselenggarakan di DKI Jakarta (Serpong), serta UMKM Center yang tersebar di 30 titik RKB (Bali, Jawa Timur, NTB, Jawa Tengah, Kalimantan Barat, Kalimantan Selatan, Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur, Gorontalo, Bengkulu, Jambi, Lampung, Sumatera Selatan, Riau, Sumatera Utara, DKI Jakarta, NTT, NTB, Aceh, Sulawesi Tengah, Sulawesi Utara), Halal Park, serta Terminal T3 Soekarno Hatta.

Bekerjasama dengan KADIN, Pertamina telah menerbitkan Buku Daftar 1000 UMKM Mitra Binaan Unggulan yang dibina oleh Pertamina, dari Sabang hingga Merauke. Di dalamnya mencantumkan pengenalan produk, merek produk, dan profil Mitra Binaan unggulan yang dapat dipergunakan sebagai media promosi yang efektif dan efisien. Selain itu juga dapat menjadi media pertukaran informasi antar Mitra Binaan dalam memenuhi kebutuhan dalam berwirausaha.

Pertamina juga telah melakukan Pembinaan Mitra Binaan dengan program Skill Development dan Marketing 4.0. Program peningkatan skill mitra binaan telah menyentuh 1.000 Mitra Binaan di 29 titik Rumah Kreatif BUMN. Dengan hasil ini, Pertamina mendapatkan rekor MURI sebagai pelaksana pelatihan UMKM di titik terbanyak.

Selain peningkatan skill, Mitra Binaan juga didorong untuk mendukung marketing 4.0 guna memperluas jangkauan pemasaran dengan pembuatan akun IG MB, yakni @gen_umkm dan pendaftaran via market place.

Sementara, syarat jadi Program Kemitraan sebagai berikut:

  • Memiliki kekayaan bersih maksimal Rp500.000.000 (tidak termasuk tanah dan bangunan tempat usaha) atau memiliki omzet penjualan tahunan paling banyak Rp 2.500.000.000
  • Milik warga negara Indonesia (WNI)
  • Berdiri sendiri, bukan merupakan anak perusahaan atau cabang perusahaan yang dimiliki, dikuasai atau terafiliasi, baik langsung dengan usaha menengah atau besar
  • Berbentuk badan usaha perseorangan, badan usaha yang tidak berbadan hukum, termasuk usaha mikro atau koperasi
  • Telah melakukan usaha minimal 6 (enam) bulan serta memiliki potensi dan prospek untuk dikembangkan
  • Belum memenuhi persyaratan perbankan atau Lembaga keuangan non bank. (vry)

Install aplikasi Valora News app di Google Play

Berita Bisnis lainnya
Berita Nasional lainnya