Diumumkan pada Fateta Award 2020 di Desember

Fateta Unand Nilai Enam Masakan Tradisional Terenak di Kota Padang

AI Mangindo Kayo | Rabu, 28-10-2020 | 15:24 WIB | 285 klik | Provinsi Sumatera Barat
<p>Fateta Unand Nilai Enam Masakan Tradisional Terenak di Kota Padang<p>Dekan Fateta Unand, Feri Arlius Dt Sipado mencicipi Gulai Kapalo Ikan pada penilaian Masakan Tradisional Minang Paling Enak di Kota Padang, Rabu (28/10/2020) sore. Penilaian ini dalam rangka Fateta Award 2020. (mangindo kayo/valoranews)

VALORAnews - Fakultas Teknologi Pertanian (Fateta) Unand, menilai enam jenis Masakan Tradisional Minang Paling Enak di Kota Padang, menurut lidah warga yang biasa mencicipi aneka kuliner yang tersedia di berbagai restoran dan rumah makan di Kota Padang.

Keenam jenis makanan yang dinilai itu yakni Gulai Tunjang, Rendang, Soto, Gulai Kapalo Ikan, Ayam Pop serta Dendeng Lambok. Keenamnya ini dinilai, berdasarkan hasil quisioner yang disebar tim Fateta Unand ke masyarakat, medio September 2020 lalu.

"Niat kita melakukan penilaian ini, untuk lebih mengangkat lagi salah satu potensi wisata yaitu wisata kuliner di Kota Padang khususnya, Sumatera Barat secara umum. Semoga ikhtiar Fateta Unand ini akan jadi penambah preferensi calon wisatawan berkunjung ke Ranah Minang," ungkap Dekan Fateta Unand, Feri Arlius Dt Sipado disela penilaian, Rabu (28/10/2020) sore.


Keenam jenis makanan itu, merupakan menu andalan di lima restoran dan rumah makan (restoran) terpilih --berdasarkan hasil kuisioner-- yang ada di ibu kota provinsi Sumbar ini.

"Keenam jenis makanan itu, kita beli sebelum penilaian Rabu siang ini. Pemilik rumah makan dan restoran asal keenam jenis makanan ini, juga tak tahu kita beli untuk dinilai," terang Feri Arlius.

"Tim juri yang kita minta jadi pencicip rasa, juga tak tahu asal makanan yang tengah dinilainya. Wadah makanan hanya kita tandai dengan angka unik tertentu," tambahnya.

Tim pencicip rasa ini terdiri dari sembilan orang yang merepresentasikan berbagai elemen masyarakat. Seperti Gusafni Beben (chef Pangeran Beach Hotel), Deri Kurniadi (teman kuliner padang), Fidela Yuzari (food hunter padang) dan Syafira Ennisa (padang food diary).

Kemudian, Guswardi (Kadis Pangan Kota Padang), Helmi Suryati (Kabag Ketahanan Pangan di Dinas Pangan Padang), Yevita Nurti (FISIP Unand), Feri Arlius (Fateta Unand) dan Aisman (Fateta Unand).

Hasil penilaian tim pencicip ini, selanjutnya akan dimoderasi Prof Novizar Nazir, Dr Kurnia Herlian Dewi dan Dr Aidinil Zetra.

Sementara, Ketua Tim Moderasi, Prof Novizar Nazir mengungkapkan, panel tim pencicip ini akan menilai mulai dari warna, aroma, tekstur/bentuk, rasa dan sejumlah hal teknis lainnya.

"Tim pencicip akan memberikan skor tertentu pada keenam jenis makanan dari lima rumah makan (restoran) berdasarkan pendapat subjektif mereka," ungkapnya.

Dikatakan, berdasarkan nilai yang diberikan tim pencicip, mungkin saja nilainya tidak terpaut jauh berbeda satu sama lainnya. Agar keputusan bisa bulat, terangnya, tim moderasi akan bermusyawarah dengan tim pencicip untuk menetapkan jenis makanan terenak.

Jalani Uji Labor

Menurut Feri Arlius, keenam jenis makanan yang dinilai ini, selanjutnya akan diuji kandungan nutrisinya di Laboratorium Fateta.

"Uji labor ini sengaja kita lakukan, untuk menjawab keraguan masyarakat luas yang masih khawatir mengonsumsi makanan khas Minang yang banyak santan dan faktor lainnya," terang Feri Arlius.

"Hasil labor ini, nantinya juga akan jadi bahan rekomendasi perbaikan bagi pengusaha kita nantinya, jika memang ada nutrizi yang tak diperlukan tubuh dalam kuliner unggulan ini," tambah dia.

Penilaian makanan terenak di Kota Padang ini digelar dalam rangka Fateta Award 2020 yang merupakan rangkaian Dies Natalis ke-12 pada 2020 ini.

"Hasil penilaian ini, akan kita umumkan pada Desember 2020 nanti. Pemenangnya kita akan umumkan bersama Wali Kota Padang nantinya," ungkap Feri Arlius. (kyo)

Install aplikasi Valora News app di Google Play

Berita Ranah lainnya
Berita Provinsi Sumatera Barat lainnya