BPN Tanahdatar Serahkan 14 Sertifikat Tanah Aset Pemkab

955 Aset Pemkab Tanahdatar Belum Disertifikatkan

AI Mangindo Kayo | Selasa, 27-10-2020 | 18:23 WIB | 91 klik | Kab. Tanah Datar
<p>955 Aset Pemkab Tanahdatar Belum Disertifikatkan<p>Kepala Kantor BPN Tanahdatar Nurhamida didampingi Hella Mayang Shinta (Kasi Pengadaan) dan sejumlah staf, menyerahkan 14 sertifikat bidang tanah milik Pemkab pada Pjs Bupati Tanahdatar, Erman Rahman, Selasa (27/10/2020) di ruang kerja bupati di Pagaruyung. (jheni rahmad/valoranews)

VALORAnews - Pjs Bupati Tanahdatar, Erman Rahman menerima 14 sertifikat bidang tanah yang jadi aset Pemkab dari Kantor Badan Pertanahan Nasional (BPN) Tanahdatar, Selasa (27/10/2020). Sertifikat tersebut diserahkan Kepala Kantor BPN Tanahdatar Nurhamida didampingi Hella Mayang Shinta (Kasi Pengadaan) dan beberapa staf lainnya di ruang kerja bupati, di Pagaruyung.

Pada penerimaan sertifikat itu, Erman Rahman tampak didampingi Inspektur, Altri Suandi, Nofi Hendri (Kepala Dinas Pekerjaan Umum), Yusrizal (Kabag Humas dan Protokol) dan Budi Chandra (Kabid Aset BKD).

Sertifikat yang diserahkan tersebut, merupakan sertifikat yang telah tuntas jalani berbagai proses. Masih ada lagi puluhan sertifikat milik Pemkab yang saat ini masih dalam proses penyelesaian oleh pihak BPN.


Dikesempatan itu, Altri Suandi mengapresiasi BPN Tanahdatar, yang intens dan memberikan dukungan dengan bentuk menyelesaikan sertifikat tanah milik Pemkab.

"Keempat belas sertifikat ini merupakan lahan atau tanah yang semua urusannya telah selesai atau dengan arti kata, seluruh aset Pemkab yang sudah aman, langsung disertfikatkan. Kami akan selalu memonitor perkembangan aset-aset pemkab lainnya untuk disertifikatkan," sampai Altri.

"Terima kasih kita sampaikan pada BPN, dimana target untuk bulan ini sudah tercapai. Apalagi dari target kita hingga akhir tahun sebanyak 20 sertifikat,sekarang sudah selesai 14," ucap Altri.

Sejauh ini, terang Altri Suandi, untuk menyertifikatkan tanah, pada umumnya terkendala pada proses administrasi.

"Orang zaman dulu, hanya menyerahkan melalui mulut dan perkataan, tanpa bukti apa-apa. Nah, sekarang saat kita akan mengurus, pihak ahli waris kadang tidak mengetahui hal itu," ulas Altri.

Sementara, Nofi Hendri dihadapan Erman Rahman juga menyampaikan, masih ada ratusan tanah milik Pemkab Tanahdatar lainnya, yang belum disertifikatkan.

"Lebih kurang masih ada 955 aset yang belum disertifikatkan. Mulai dari jalan, sarana kesehatan, sekolah dan aset bangunan umum lainnya," jelas Nofi.

Nofi menyebutkan, hingga akhir 2020 ini sebenarnya ada 61 bidang untuk diproses sertifikat. Namun, dari jumlah itu ditargetkan selesai sebanyak 20 sertifikat bidang tanah. Hingga Oktober 2020 ini, telah selesai sebanyak 14 sertifikat.

"Kita yakin, sisanya dari target itu, dapat terselesaikan BPN. Untuk tahun besok, kita manargetkan sekitar 300 bidang untuk disertifikatkan, tentunya hal ini juga kita bicarakan pembiayaannya," kata Nofi.

Sertifikat untuk 17.000 Bidang

Dikatakan Nurhamida, jika dari target 20 itu baru terselesaikan secara menyeluruh baru 14 sertifikat.

"Total secara keseluruhan yang sudah selesai diurus pada tahun ini ada sebanyak 66 bidang. Sebanyak 42 di antaranya, sudah selesai pada Agustus. Sisanya, sekarang 14 dan masih ada yang sedang dikerjakan sesuai target. Jika tidak ada kendala seperti gugatan ataupun karena kesibukan administrasi, sisa target tersebut dapat diselesaikan dalam dua pekan," jelasnya.

Nurhamida menerangkan, sesuai program pemerintah pusat untuk memetakan aset di wilayah masing-masing, khusus di Tanahdatar terdapat 17.000 bidang tanah yang akan diukur. Sebanyak 10.000 bidang diukur pihak ketiga dan 7.000 bidang diukur BPN Tanahdatar.

"Jadi, dari semua target 17.000 bidang itu, dipetakan mulai dari aset milik nagari, kecamatan hingga kabupaten," sebut Nurhamida.

Sementara, Erman Rahman berharap, target BPN itu dapat terselesaikan sesuai target dari pemerintah pusat dan kepada OPD terkait agar seluruh aset yang telah disertifikatkan untuk segera dibenahi.

"Jadi seluruh yang sudah tersertifikatkan ini jangan dibiarkan begitu saja. Cepat benahi seperti membangun pagar, perbaikan-perbaikan bangunan dan segala macamnya. Agar apa yang sudah jelas milik Pemda, ini dapat terkelola dengan baik," tegas Erman. (jen)

Install aplikasi Valora News app di Google Play

Berita Ranah lainnya
Berita Kab. Tanah Datar lainnya