Penyebaran Covid19 makin Memprihatinkan, Padang Ambil Beberapa Langkah Tegas

AI Mangindo Kayo | Kamis, 15-10-2020 | 17:24 WIB | 182 klik | Kota Padang
<p>Penyebaran Covid19 makin Memprihatinkan, Padang Ambil Beberapa Langkah Tegas<p>Plt Wali Kota Padang, Hendri Septa melakukan diseminasi informasi dengan wartawan yang digelar Diskominfo Kota Padang secara virtual, Kamis (15/10/2020). (humas)

VALORAnews - Kota Padang saat ini telah dinyatakan termasuk dari 12 daerah prioritas penanganan Covid19 se-Indonesia. Hal ini dikarenakan kota yang memiliki jumlah penduduk hampir 1 Juta jiwa itu belum mampu keluar dari zona merah penyebaran Covid19 sejak beberapa bulan terakhir.

"Kasus warga yang terpapar positif Covid19 dari hari ke hari, menanjak naik cukup signifikan. Ini lah salah satu alasan Padang jadi salah satu dari 12 daerah prioritas," ungkap Plt Wali Kota Padang, Hendri Septa kepada wartawan dalam kegiatan diseminasi informasi bersama Diskominfo Kota Padang secara virtual, Kamis (15/10/2020).

Hendri Septa dikesempatan itu tampak didampingi Kasat Pol PP, Alfiadi, Kabag Hukum, Yopi Krislova, Kabid Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD, Henry Gani serta Kadiskominfo, Rudy Rinaldi.


"Pada Rabu (14/10/2020) jumlah warga Padang yang terkonfirmasi positif Covid19 mencapai 272 orang. Hari ini Kamis (15/10/2020) bertambah sebanyak 250 orang lagi. Kondisi ini tentu sangat memprihatinkan bagi kita di Kota Padang," ungkapnya.

Oleh karena itu, Hendri telah menekankan jajarannya, harus lebih maksimal lagi dalam berbagai upaya dan melakukan langkah terbaik untuk menekan laju penyebaran Covid19 tersebut.

"Kalau pun tidak bisa merubah zona merah jadi zona kuning, minimal kita bisa zona orange dalam beberapa waktu ke depan. Kita berharap semua elemen masyarakat bahu-membahu bersama pemerintah dalam hal ini," ujarnya.

Ia menambahkan, menilik awal mula pandemi di Kota Padang Pemko Padang sudah melakukan beberapa upaya penanganan penyebaran Covid19. Mulai dari pemberlakuan pembatasan sosial berskala besar (PSBB), melahirkan Peraturan Wali Kota (Perwako) No 49 Tahun 2020 tentang Pola Hidup Baru Dalam Masa Pandemi Corona Virus Disease 2019 (Covid-19).

Yang teranyar, dikeluarkannya Peraturan Daerah (Perda) Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) No.6 Tahun 2020 tentang Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB) dalam pencegahan dan pengendalian Covid-19.

"Kita juga mengeluarkan Surat Edaran (SE) Wali Kota Padang tentang Larangan Pesta Perkawinan dan Batasan Bagi Pelaku Usaha per 12 Oktober 2020. Hal ini merupakan tindakan yang mesti dilakukan guna menekan laju penyebaran Covid-19 yang semakin tinggi. Ada 6 (poin-red) yang mesti disikapi di dalam Surat Edaran tersebut," imbuhnya.

Dijelaskan, dari 6 poin pada Surat Edaran tersebut poin pertama terdapat larangan menggelar pesta perkawinan baik di gedung/convention center atau di rumah terhitung semenjak 9 November 2020.

"Jadi, bagi masyarakat yang ingin melakukan perkawinan cukup melaksanakan akad nikah di kantor KUA, rumah ibadah atau di rumah dengan tetap melaksanakan protokol kesehatan. Jika dilanggar ada sanksi yang akan diberikan," tukasnya.

Meski telah dikeluarkan, ungkap Hendri, pihaknya tetap akan meninjau ulang kembali Surat Edaran Wali Kota Padang itu. Apakah kasus positif Covid19 di Kota Padang menurun menjelang 9 November 2020 mendatang.

"Masih ada sekitar empat minggu mulai berlakunya Surat Edaran tersebut, jika kasus positif Covid-19 di Kota Padang menurun, maka kita akan tinjau ulang lagi," tutur Hendri Septa. (kyo)

Install aplikasi Valora News app di Google Play

Berita Metro lainnya
Berita Kota Padang lainnya