Mahyeldi Tersimpuh di Masjid Asasi Jelang Shalat Magrib

AI Mangindo Kayo | Sabtu, 14-11-2020 | 21:11 WIB | 230 klik | Kota Padang Panjang
<p>Mahyeldi Tersimpuh di Masjid Asasi Jelang Shalat Magrib<p>Cagub Sumbar, Mahyeldi duduk bersila di hadapan ulama senior Padangpanjang, Buya Azhar. (istimewa)

VALORAnews - Calon Gubernur Sumbar, Mahyeldi menyapa masyarakat negeri berjuluk Serambi Mekah, Padangpanjang, kemarin. Sosok yang dikenal sebagai buya ini menyambangi masjid tertua di Kota Padangpanjang, Masjid Asasi di Nagari Gunuang.

Kedatangan Mahyeldi ke masjid bersejarah itu, jelang shalat Magrib. Karena itu, sesampai di dalam masjid, jemaah tampak mempersilahkan Mahyeldi jadi imam shalat.

Sebagai seorang wali kota di ibukota Provinsi Sumbar, sekaligus seorang ulama, mengimami shalat merupakan perkara biasa bagi Mahyeldi. Namun, ketika hendak menuju ke arah mimbar, di shaf bagian depan tampak lah sesosok yang tak biasa.


Ulama senior Padangpanjang, Buya Azhar hadir ketika itu. Ulama kharismatik itu duduk di shaf depan dengan kursi dan ditemani sebuah tongkat.

Mahyeldi langsung menghampiri Buya Azhar. Tak sungkan, ia duduk bersila di hadapan Buya Azhar yang duduk di atas kursi. Gestur Mahyeldi menunjukkan seperti meminta restu untuk jadi imam shalat berjamaah di petang itu.

Sikap Mahyeldi tersebut memantik apresiasi jemaah yang hadir. Walau sebagai wali kota dan calon gubernur Sumbar, Mahyeldi tetap menunjukkan kerendahan hatinya di hadapan sosok yang lebih tua. Kesantunan Mahyeldi jadi inspirasi bagi kaum muda yang ramai menghadiri shalat Magrib.

Setelah mengimami shalat Magrib, Mahyeldi berkesempatan menyampaikan tausiah. Uniknya, walaupun kegiatan itu merupakan agenda biasa selepas shalat Magrib, jemaah malah sangat antusias mendengarkan ceramah sang buya.

Jemaah berasal dari latar berbeda, dari yang tua sampai yang muda. Termasuk juga jemaah emak-emak yang memadati shaf bagian belakang.

Dalam tausiahnya, Mahyeldi menekankan pentingnya membentuk generasi yang kuat. Masa depan daerah ini ditentukan oleh orang muda yang akan menjadi pemimpin di masa depan.

"Kalau kita ingin generasi muda kuat, maka kita harus peduli dengan generasi ini," ujar Mahyeldi.

Mahyeldi memotivasi anak-anak muda dan kaum milenial, agar terus meningkatkan kualitas diri. Dengan ilmu pengetahuan dan teknologi, dengan iman dan taqwa. "Rajin-rajinlah belajar dan bermanfaat bagi orang lain," nasehat Buya Mahyeldi.

Sosok Mahyeldi selalu dekat dengan ulama, masjid dan surau. Dalam setiap kesempatan turun ke masyarakat, ia selalu menyapa jemaah di masjid dan surau.

Seperti dalam kunjungan ke Kabupaten Pasaman, Sabtu (14/11/2020) kemarin, Mahyeldi menyampaikan ceramah Subuh di Masjid Nurul Huda Kampung Padang Sawah, Kecamatan Tigo Nagari.

Pada kesempatan itu, Mahyeldi menguraikan makna Surat An Nisa Ayat 69 tentang patuh kepada Allah SWT, meneladani Rasulullah SAW dan berjalan lurus dalam kehidupan. (kyo)

Install aplikasi Valora News app di Google Play

Berita Metro lainnya
Berita Kota Padang Panjang lainnya