Petani Jeruk Gunuangomeh Berkeluh Kesah dengan Mahyeldi

AI Mangindo Kayo | Sabtu, 14-11-2020 | 09:48 WIB | 164 klik | Kab. Lima Puluh Kota
<p>Petani Jeruk Gunuangomeh Berkeluh Kesah dengan Mahyeldi<p>Cagub Sumbar, Mahyeldi bertatap muka dengan petani jeruk di Sungaisirih, Kecamatan Gunuangomeh, Kabupaten Limapuluh Kota, Jumat (13/11/2020). (istimewa)

VALORAnews - Calon Gubernur Sumbar, Mahyeldi bertatap muka dengan petani jeruk di Sungaisirih, Kecamatan Gunuangomeh, Kabupaten Limapuluh Kota, Jumat (13/11/2020). Dalam pertemuan itu, petani jeruk sempat berkeluh kesah dengan sosok yang sukses memimpin Kota Padang itu.

Sembari duduk baselo, Mahyeldi berdialog dengan petani yang tergabung dalam Kelompok Tani Ambun Pagi di rumah salah seorang warga. Mahyeldi yang masih mengenakan kain sarung, tampak serius menyimak tanya masyarakat.

Mahyeldi tampak begitu serius mendengarkan. Apalagi setelah mendengar pernyataan petani yang menyebutkan bahwa harga jeruk Gunungomeh anjlok, beberapa waktu belakangan.


"Limau awak kini jatuah haragonyo Pak. Payah awak. Kalau dibuek pabrik pengolahan limau mungkin rancak," kata seorang petani mengadukan parasaian ke Mahyeldi.

Jeruk Gunungomeh ini sudah dikenal luas masyarakat Sumbar termasuk beberapa provinsi di luar Sumbar. Rasanya yang manis dengan harga murah, plus bentuknya yang menarik, membuat jeruk ini banyak dicari konsumen. Cuma saja, belakangan harganya di tingkat petani jatuh.

"Kalau harga jeruk tidak jatuh seperti sekarang, alhamdulillah ekonomi masyarakat bisa bergerak. Namun kalau sekarang, kita kesulitan memenuhi kebutuhan ekonomi keluarga," ujar anggota kelompok tani lainnya.

Diakuinya, bila pabrik pengolahan jeruk dibangun, diyakini bisa mengangkat perekonomian masyarakat kembali.

Mendengarkan itu, Mahyeldi mencarikan solusi. Menurutnya, jawaban masalah itu yakni dengan membentuk Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) yang dibantu oleh pemerintah setempat. Sehingga, nantinya petani jeruk diuntungkan.

"Bisa juga dengan mengemas jeruk secara baik, dikirim ke mall atau swalayan atau, mengolahnya dengan bentuk lain," tutur Mahyeldi dalam pertemuan yang juga dibarengi dengan mencicipi jeruk Gunungomeh ini.

Mahyeldi mengakui bahwa rasa jeruk Gunungomeh begitu manis. Manisnya sampai ke lidah siapa saja. Apalagi di tengah pandemi Covid19 ini, jeruk dapat meningkatkan daya tahan tubuh. Makanya, Mahyeldi menyakini harga jeruk ke depannya akan lebih terangkat lagi.

Mahyeldi juga mengimbau petani setempat tetap menjaga kekayaaan alam berupa Gunungomeh ini. Generasi muda, juga diimbau untuk ikut bertanam Jeruk Gunungomeh ini.

Dikesempatan itu, Mahyeldi mendorong petani setempat juga lebih mengembangkan peternakan, salah satunya ternak sapi. Untuk pakan ternak, bisa dibuat melalui fermentasi.

"Usaha peternakan sapi ini sangat menguntungkan bila dikelola dengan baik. Daging bisa dihargai Rp100 ribu. Dengan tidak langsung, pendapatan petani pun bisa meningkat," ujar dia. Terlebih, bila biaya produksi ditekan.

Di Padang, kalau ada yang punya sapi betina lahir anaknya dan sehat, menurut Mahyeldi, pihaknya memberi insentif. Hal ini dilakukan agar peternak bisa lebih bersemangat menjalankan usahanya. "Makanya, kita dorong bagaimana masyarakat memelihara sapi betina dan menghasilkan anak," kata dia.

Lulusan Fakultas Pertanian Unand ini menyakini, prospek sektor pertanian dan peternakan masih terbuka lebar. Terlebih, sektor ini menjadi penyumbang terbesar terhadap pendapatan domestik bruto (PDB) Sumbar.

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, sektor pertanian berkontribusi sebesar 15,46 persen pada struktur pertumbuhan PDB triwulan II tahun 2020. Meningkat dari periode yang sama di tahun sebelumnya sebesar 13,57 persen.

"Di masa pandemi ini kebutuhan pangan masyarakat semakin meningkat dan ekonomi sulit. Secara internasional masalah pangan ini salah satu program strategis. Dengan kita konsens terhadap pertanian, kita bisa menjawab kebutuhan masyarakat dan kebutuhan secara internasional," ujar Mahyeldi.

Untuk mendorong tumbuh kembangnya sektor pertanian ini, Mahyeldi menekankan perlunya dilakukan pembenahan irigasi, cetak sawah baru dan mendirikan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD). Melalui BUMD harga komoditi pertanian terjamin. (kyo)

Install aplikasi Valora News app di Google Play

Berita Ranah lainnya
Berita Kab. Lima Puluh Kota lainnya