Febridiansyah Juga Mundur di KPU Tanahdatar

Prof Helmi dan Donal Fariz Mundur dari Tim Perumus Materi Debat Pilgub Sumbar 2020

AI Mangindo Kayo | Kamis, 19-11-2020 | 15:54 WIB | 172 klik | Provinsi Sumatera Barat
<p>Prof Helmi dan Donal Fariz Mundur dari Tim Perumus Materi Debat Pilgub Sumbar 2020<p>Ketua KPU Sumbar, Yanuk Sri Mulyani. (istimewa)

VALORAnews - Guru besar Unand, Prof Helmi dan mantan Koordinator Divisi Korupsi Politik Indonesian Corruption Watch (ICW), Donal Fariz mengundurkan diri jadi tim perumus materi debat calon gubernur dan wakil gubernur Sumbar pada pemilihan serentak 2020.

"Iya, sebelumnya beliau termasuk salah satu tim perumus materi debat tapi beliau sudah mengundurkan diri sekarang," ungkap Yanuk Sri Mulyani, Ketua KPU Sumbar terpilih menggantikan Amnasmen yang diberhentikan DKPP RI, Rabu (18/11/2020).

Mundur jadi tim perumus materi debat, juga dilakukan Mantan Kepala Biro Humas Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Febridiansyah. Dia diminta jadi salah seorang anggota tim perumus materi debat pemilihan bupati dan wakil bupati oleh KPU Tanahdatar.


Dalam siaran pers yang diterima, baik Febri maupun Donal menyebutkan, pengunduran diri mereka sebagai bentuk perwujudan prinsip-prinsip politik berintegritas.

"Kami berkomitmen untuk mencegah sejak awal potensi terjadinya konflik kepentingan (conflict of interest) atau setidaknya menjaga kepatutan dan mitigasi risiko di masa akan datang terkait posisi kami saat ini," ungkap Donal dalam siaran pers yang diterima Kamis (19/11/2020).

Diketahui, Donal dan Febri merupakan kuasa hukum Calon Bupati dan Wakil Bupati Dharmasraya, Sutan Riska Tuanku Kerajaan dan Dasril Panin Datuk Labuan (SR-Labuan). Pascamundur dari jabatannya masing-masing, Donal dan Febri diketahui mendirikan kantor hukum bernama Visi Integritas.

Dalam siaran pers yang juga melampirkan surat pengunduran itu, Donal mengundurkan diri dalam surat tertanggal 17 November 2020. Sedangkan Febridiansyah, mengundurkan diri melalui surat tertanggal 19 November 2020.

Ditegaskan Febri, pengunduran diri itu juga disebabkan penilaian mereka terhadap prinsip-prinsip politik berintegritas yang perlu dijalankan secara konsisten.

"Seperti yang kami terapkan pada hubungan pendampingan hukum terhadap SR-Labuan di Kabupaten Dharmasraya, agar kita bersama-sama menjaga prinsip-prinsip intergritas tersebut," ungkap Febri.

Meskipun Kabupaten Dharmasraya dan Tanahdatar merupakan wilayah yang berbeda, baik Donal maupun Febri mengaku, memandang perlu melakukan declare terkait posisi mereka tersebut.

Hal ini dilakukan sebagai bentuk pencegahan sejak awal sekaligus penghormatan terhadap prinsip Independensi KPU dalam menjalankan tugasnya mewujudkan Pilkada yang demokratis berdasarkan asas langsung, umum, bebas, rahasia, jujur dan adil.

"Kami berharap, pelaksanaan Pilkada yang demokratis dan berintegritas dapat menghasilkan pemimpin yang benar-benar dirasakan manfaat dan kerja nyatanya oleh masyarakat," harap Febri.

"Kami ucapkan, selamat bekerja pada tim debat yang sudah ditunjuk sebelumnya," tambahnya. (kyo)

Install aplikasi Valora News app di Google Play

Berita Ranah lainnya
Berita Provinsi Sumatera Barat lainnya