Peta Jalan Pendidikan Membutuhkan Pendidikan Karakter

Tingkatkan Daya Saing, Insannul Kamil: Perguruan Tinggi Memerlukan Fleksibilitas dan Otonomi

AI Mangindo Kayo | Sabtu, 21-11-2020 | 09:03 WIB | 86 klik | Provinsi Sumatera Barat
<p>Tingkatkan Daya Saing, Insannul Kamil: Perguruan Tinggi Memerlukan Fleksibilitas dan Otonomi<p>Wakil Rektor III Unand, Dr Insannul Kamil menyerahkan konsep Peta Jalan Pendidikan saat dialog spesifik bersama Pimpinan Panja Peta Jalan Pendidikan Komisi X DPR RI, Dr Hetifah Sjaifudin, di aula kantor Gubernur Sumbar, Jumat (20/11/2020). (istimewa)

VALORAnews - Wakil Rektor III Unand, Dr Insannul Kamil mengusulkan pendidikan berkarakter jadi pilar utama ekosistem pendidikan nasional. Perguruan tinggi, sejatinya adalah tempat untuk mengembangkan kecerdasan intelektual, emosional sekaligus spiritual anak bangsa, yang harus diberikan fleksibilitas dan otonomi dalam tata kelolanya.

"Fleksibilitas dan otonomi, merupakan kata kunci bagi perguruan tinggi untuk memberikan kontribusi besar terhadap upaya peningkatan daya saing bangsa, inovasi dan pertumbuhan ekonomi nasional," ujar Insannul Kamil saat dialog spesifik Pimpinan Panja Peta Jalan Pendidikan Komisi X DPR RI, Dr Hetifah Sjaifudin, di aula kantor Gubernur Sumbar, Jumat (20/11/2020).

Peta jalan pendidikan yang dibuat, kata Nanuk, demikian Insannul Kamil karib disapa, harus memberikan arah bahwa sistem pendidikan tidak lagi dilakukan dengan cara biasa, tetapi harus dilakukan dengan prinsip kolaborasi dan gotong-royong.


"Peta jalan pendidikan haruslah jadi solusi terhadap persoalan disparitas akses pendidikan (gender dan disabilitas). Kemudian, jadi solusi atas disparitas kualitas yang terjadi baik dalam skala kewilayahan maupun dikotomi pendidikan negeri dan swasta," tegasnya.

Pertemuan terbatas Panja Komisi X DPR RI diikuti perwakilan pemerintah provinsi, Dinas Pendidikan, universitas negeri dan swasta di Sumbar, tokoh masyarakat/adat, lembaga pendidikan informal/non formal dan pendidikan khusus (Disabilitas) dan kelompok Dunia Usaha Dunia Industri (DUDI). Pertemuan ini dilangsungkan dengan penerapan protokol kesehatan.

Ditegaskan Nanuk, peta jalan pendidikan harus mampu memberikan kepastian bahwa pendidikan dijalankan dengan prinsip berkeadilan, berkesetaraan dan berkelanjutan.

"Ini jadi benteng kuat dari gempuran dahsyat kemajuan teknologi dan inovasi digital yang disebut era revolusi industri 4.0 dan society 5.0," ujarnya.

Transformasi dalam dunia pendidikan, terang Nanuk, telah mengubah cara berpikir bahwa pendidikan tidak bisa lagi dikelola dengan cara-cara lama yang telah usang.

"Program Kampus Merdeka, Merdeka Belajar harus diapresiasi karena telah membuka kunci keterpasungan perguruan tinggi untuk dapat dikelola dan bergerak fleksibel dan otonom," ujarnya.

Dia mengatakan, Unand memiliki harapan dan merekomendasikan pendidikan karakter harus jadi orientasi dan pilar utama dalam struktur peta jalan pendidikan nasional. "Unand berharap, pendidikan karakter ini jadi salah satu rekomendasi Komisi IX DPR RI dalam mengawal ekosistem pendidikan nasional," harapnya. (kyo)

Install aplikasi Valora News app di Google Play

Berita Pendidikan lainnya
Berita Provinsi Sumatera Barat lainnya