16 BP Raih Anugerah Keterbukaan Informasi Publik 2020

Golkar Sumbar jadi BP Partai Politik Menuju Informatif

AI Mangindo Kayo | Rabu, 25-11-2020 | 22:57 WIB | 177 klik | Provinsi Sumatera Barat
<p>Golkar Sumbar jadi BP Partai Politik Menuju Informatif<p>Ketua Partai Golkar Sumatera Barat, H Khairunas usai menerima Anugerah Keterbukaan Informasi Publik 2020 dari Komisi Informasi (KI) Sumatera Barat, di Padang, Selasa (25/11/2020). (istimewa)

VALORAnews - Ketua Partai Golkar Sumatera Barat, H Khairunas menerima Anugerah Keterbukaan Informasi Publik 2020 dari Komisi Informasi (KI) Sumatera Barat, di Padang, Selasa (25/11/2020). Calon Bupati Solok Selatan itu menerima penghargaan untuk kategori Badan Publik (BP) Partai Politik Menuju Informatif.

"Capaian dan prestasi H Khairunas secara personal maupun kelembagaan, tentu akan jadi nilai lebih dalam upaya mewujudkan Solok Selatan sebagai kabupaten yang maju dan sejahtera," ungkap Juru Bicara Partai Golkar Sumbar, Aguswanto dalam pernyataan tertulis, Rabu (25/11/2020).

Menurut Aguswanto, penghargaan yang diterima H Khairunas yang berpasangan dengan pamong senior, H Yulian Efi di pemilihan bupati dan wakil bupati Solok Selatan, layak dijadikan salah satu indikator awal untuk melihat kemampuannya dalam mewujudkan Solok Selatan yang maju dan sejahtera.


Penghargaan yang diterima Partai Golkar bersama 15 badan publik lainnya di Sumatera Barat ini, dalam rangka implementasi UU No 14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik.

Makin Banyak BP Informatif

Pada penyelenggaraan ke-6 di tahun 2020 ini, sebanyak 236 badan publik di Sumbar saling unjuk prestasi dalam memperebutkan prediket BP Informatif. Semuanya terbagi dalam 10 kategori. Selain itu, KI Sumbar juga memberikan Achievement Motivation Person Award 2020 pada sembilan orang tokoh publik.

Saat membuka kegiatan, Gubernur Sumbar, Irwan Prayitno memaparkan, keterbukaan informasi merupakan sebuah keniscayaan bagi BP yang mengelola keuangan negara. Walau wajib untuk terbuka, terang Irwan, tetap saja ada informasi yang dikecualikan.

"Ada yang dibolehkan untuk tidak dibuka ke publik, namun harus tetap dalam semangat transparansi demi terwujudnya clean government dalam pengelolaan badan publik," tegas Irwan Prayitno saat memberikan sambutan.

Irwan Prayitno mengapresiasi semakin banyaknya badan publik yang memiliki prediket informatif. Pada penyelenggaran kelima di 2019 lalu, KI Sumbar menetapkan 13 BP yang layak dianugerahi Predikat Informatif. Sedangkan di 2020, terdapat 16 BP yang layak dapat Predikat Informatif.

Menurut Irwan, hal itu tak terlepas dari semakin baik dan transparannya dalam pengelolaan keuangan negara. "Ada beberapa badan publik, yang tiap tahun penyelenggaraan, selalu dapat anugerah sebagai badan publik informatif," ungkap Irwan dalam acara yang bertajuk Masyarakat Cerdas, Badan Publik Informatif Walau di Masa Pandemi itu.

Pada penilaian serupa di tingkat nasional, ungkap Irwan, dua BP Sumatera Barat juga meraih Predikat Informatif yakni Pemprov Sumbar dan Universitas Negeri Padang.

"Kita minta semua BP, terbukalah terhadap semua informasi karena keterbukaan informasi sebagai wujud transparansi kita dalam mengelola keuangan negara," ucap Irwan.

Ketua Panitia Anugerah Keterbukaan Informasi Publik 2020, Tanti Endang Lestari menyampaikan, pada penyelenggaraan di tahun 2020 ini, terdapat 377 BP yang mengembalikan kuesioner yang kemudian dilanjutkan dengan monitoring dan evaluasi dalam rangka penilaian menuju badan publik informatif. Lalu, dilanjutkan dengan dengan presentasi keterbukaan informasi publik di badan publik masing-masing oleh PPID utamanya.

Ketua KI Sumbar, Nofal Wiska didampingi Adrian Tuswandi (Wakil Ketua) dan Arif Yumardi (komisioner KI), penilaian keterbukaan informasi publik ini dilakukan setiap tahun. Penilaian ini merupakan amanah UU No 14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik yang kemudian dijabarkan dalam Peraturan Komisi Informasi (Perki) No 1 Tahun 2010.

Sementara, sembilan tokoh Keterbukaan Informasi Publik Sumbar 2020 yang menerima Achievment Motivation Person Award yaitu Andani Eka Putra (Kepala Laboratorium Pusat Diagnostik dan Riset Penyakit Infeksi Universitas Andalas), Andre Rosiade dan Nevi Zuairina (Anggota DPR RI dari Sumatera Barat).

Selanjutnya, Prof Ganefri (Rektor UNP), Surfa Yondri (Direktur Politeknik Negeri Padang), Yuen Karnova (Sekko Bukittinggi), Erizon (Sekkab Pessel), Supardi (Ketua DPRD Sumbar) dan Irfendi Arbi (Bupati Limapuluh Kota). (vry)

Install aplikasi Valora News app di Google Play

Berita Ranah lainnya
Berita Provinsi Sumatera Barat lainnya