Bank Nagari Cabang Bukittinggi Tetap Kucurkan KUR ke Pengusaha Pariwisata Terdampak Covid19

AI Mangindo Kayo | Rabu, 23-12-2020 | 18:53 WIB | 356 klik | Kota Bukittinggi
<p>Bank Nagari Cabang Bukittinggi Tetap Kucurkan KUR ke Pengusaha Pariwisata Terdampak Covid19<p>Pimpinan Bank Nagari Cabang Bukittinggi, Tasman berdiskusi dengan pelaku pariwisata di Kota Bukittinggi, di Green House Lezzata, Rabu (23/12/2020). (hamriadi/valoranews)

VALORAnews - Bank Nagari Cabang Bukittinggi tetap mengucurkan bantuan kredit bagi para pengusaha pariwisata, meski pandemi Covid19 masih terjadi hingga saat ini.

Demikian disampaikan Pimpinan Bank Nagari Cabang Bukittinggi, Tasman, pada acara diskusi dengan pelaku pariwisata bertempat di objek wisata Green House Lezzata, Rabu (23/12/2020).

Dia mengatakan, Bank Nagari memiliki cara tersendiri untuk memberikan kredit kepada para pelaku pariwisata tersebut.


"Bank Nagari punya program Kredit Usaha Rakyat (KUR) khusus bagi pelaku pariwisata. Para pelaku pariwisata itu, seperti pengusaha transportasi, kuliner, kerajinan dan penjual oleh-olehan," ucapnya.

Ia menyebutkan, program KUR tersebut sangat murah dan mudah. Dalam artian, mudah mengakses pasar secara cepat dengan batasan-batasan tertentu.

"Ada dua subsidi di KUR ini, dimana pemerintah telah menyediakan subsdi bunga yang hanya 6 persen," tuturnya.

"Dari segi proses, yang pasti bank nagari akan memudahkan dalam prosesnya. Terpenting, usahahya itu mudah dihitung, pleksibel dan proyeksinya jelas, sehingga bank akan turun untuk mensupport usaha tersebut" katanya.

Disebutkan, Bank Nagari menyediakan dana cukup banyak bagi para pelaku pariwisata itu.

"Kita dari bank nagari cukup kewalahan dalam realisasinya. Banyaknya peminat, kita terpaksa meminta tambahan kuota lagi. Alhamdulillah sekarang ada namanya super mikro yang maksimalnya Rp10 juta," ucapnya.

Dia menegaskan, super mikro tersebut khusus bagi usaha-usaha kecil, misalnya kuliner kecil. Mereka itu disupport agar tetap hidup dan eksis ditengah pandemi Covid19.

"Lebih dari Rp10 juta juga ada, karena KUR maksimalnya Rp500 juta per nasabah dengan suku bunga tetap sama 6 persen. Untuk besaran kredit yang diajukan nasabah tergantung dari usaha," paparnya.

"Terpenting itu, bank memberikan persyaratan mudah. KUR tersebut juga ada unsur subsidi agunan. Dulunya agunan sekian, sekarang tidak terpenting bisa dihitung hasil usahanya," katanya. (ham)

Install aplikasi Valora News app di Google Play

Berita Bisnis lainnya
Berita Kota Bukittinggi lainnya