Owner Lezzata Green House Fasilitasi Areal Berdagang Khusus UMKM Terdampak Covid19

AI Mangindo Kayo | Rabu, 23-12-2020 | 07:45 WIB | 118 klik | Kab. Agam

VALORAnews - Owner Lezatta, Eliana, akan membuat trobosan baru di awal 2021. Pelaku usaha kecil yang terseok-seok dihempas dampak Pandemi Covid19, akan diberi ruang untuk mengembangkan usaha mereka dengan menyediakan tempat di areal Green House Lezatta.

"Kita sangat paham dengan kondisi ekonomi para pelaku usaha kecil, karena dampak pandemi Covid19. Untuk itu, kita akan menggandeng mereka, agar usaha mereka kembali bangkit," kata Eliana, Rabu (23/12/2020) sore.

Eliana dihadapan pelaku wisata travel agent, pengusaha kecil yakni, pengrajin souvenir, kerajinan tangan dan barang-barang kuno dan antik. Termasuk juga pimpinan Bank BRI dan Bank Nagari serta sejumlah wartawan, dia bertekad untuk membangkitkan ekonomi mereka semua.


"Di areal Lezzata, ada seluas 900 meter persegi nantinya akan digunakan untuk keperluan pameran barang-barang kuno dan antik. Selain itu, ada spot khusus bagi pengusaha kuliner, pengerajin dan lain sebagainya," paparnya.

Ia mengatakan, di areal Green House Lezzata yang telah disediakan itu, juga dibuatkan tempat bagi para pengerajin tengkelek bagaimana cara pembuatan sandal zaman dulu itu.

"Pengunjung datang ke Green House Lezzata cukup banyak. Jadi, pengusaha kecil UMKM yang kita beri ruang berusaha di sini, tentu ekonomi mereka berdampak signifikan, dengan berbelanjanya para pengunjung," tuturnya.

Kesempatan itu, Pimpinan Bank Nagari Cabang Bukittinggi, Tasman menyebut, pihaknya telah menyediakan bantuan kredit bagi para pelaku wisata yang terdampak Covid19.

"Ibu-ibu dan bapak-bapak semua, di sini saya akan memberikan bantuan dana Rp200 juta bagi pelaku usaha. Siapa berminat, dapat kita proses sekarang," ucapnya.

"Bank Nagari punya program Kredit Usaha Rakyat (KUR) khusus bagi pelaku pariwisata. Para pelaku pariwisata itu, seperti pengusaha transportasi, kuliner, kerajinan dan penjual oleh-oleh," katanya.

Ia menyebutkan, program KUR tersebut sangat murah dan mudah. Dalam artian, mudah dalam mengakses pasar secara cepat dengan batasan-batasan tertentu.

"Subsidi bunga hanya 6 persen. KUR tersebut juga ada unsur subsdi agunan. Dulunya agunan sekian, sekarang tidak terpenting bisa dihitung hasil usahanya," sebutnya. (ham)

Install aplikasi Valora News app di Google Play

Berita Ranah lainnya
Berita Kab. Agam lainnya