Dua Pelajar di Bukittinggi Terlibat Duel Maut

AI Mangindo Kayo | Sabtu, 06-02-2021 | 23:27 WIB | 6062 klik | Kota Bukittinggi
<p>Dua Pelajar di Bukittinggi Terlibat Duel Maut<p>Jasad F (16), didapati orang tuanya dalam keadaan terbujur kaku di RS Yarsi, Sabtu (6/2/2021) sore. (hamriadi/valoranews)

VALORAnews - Dua orang pelajar di Kota Bukittinggi terlibat perkelahian hingga berujung kematian, Sabtu (6/2/2021), sekitar pukul 12.01 WIB.

Duel maut yang terjadi di kawasan Belakang Balok itu, sangat disayangkan terjadi di jalan yang bagian sisi pinggir dua bidangnya merupakan rumah dinas wali kota Bukittinggi dan Bupati Agam.

Korban berinisial "F' (16), yang merupakan pelajar kelas 10 sebuah madrasah di Bukittinggi ini, menghembuskan nafas terakhirnya di RS Yarsi Bukittinggi, sekitar pukul 18.17 WIB, diduga akibat hantaman menggunakan helm pelaku berinisial "NR' (17), pelajar kelas 10 serbuah SMA swasta di Bukittinggi.


Kasat Reskrim Polres Bukittinggi, Chairul Amri Nasution mengatakan, korban berinisial F dan pelaku NR, yang keduanya masih pelajar terlibat perkelahian di daerah Belakang Balok, berlatarbelakang peristiwa asmara.

Korban dan pelaku, sebelumnya sudah saling kontak untuk bertemu di tempat kejadian peristiwa (TKP). Korban datang dengan motor bersama satu orang temanya. Sedangkan pelaku juga mengendarai sepeda motor, datang ditemani dua orang temannya.

Setelah saling bertemu, keduanya tanpa dibantu teman mereka masing-masing terlibat perkelahian, dimana pelaku NR menggunakan helm menghantam kepala korban F, sehingga terjatuh ke aspal.

Setelah korban terjatuh, pelaku NR lalu menginjak kepala korban, yang mengakibatkan korban tak berdaya. Korban kemudian dilarikan ke RS Yarsi, namun nyawanya tak tertolong.

Saat ini, pelaku NR, sekarang dengan status anak yang berurusan dengan hukum (ABH), sudah diamankan di Mapolres Bukittinggi.

Kini barang bukti berupa helm yang digunakan sudah diamankan termasuk pelaku juga sudah berada di Mapolres Bukittinggi untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya.

Pelaku dijerat Pasal 80 ayat 3 UU No 35 Tahun 2004, tentang perlindungan anak junto UU No 11 Tahun 2012 tetang sistem peradilan pidana anak.

Wanita yang membuat keduanya mau baku hantam, berinisial 'AF" (16), pelajar kelas 10 MAN Gulai Bancah.

"AF' ditemui saat melayat korban di RS Yarsi, mengatakan, sudah putus dengan korban. Ia lalu berkenalan dengan pelaku "NR" baru tiga bulan, dan telah menjalin hubungan pacaran. (ham)

Install aplikasi Valora News app di Google Play

Berita Pendidikan lainnya
Berita Kota Bukittinggi lainnya