Pascaoperasi Punggung, Lutut Membesar Sebesar Bola Kaki

AI Mangindo Kayo | Sabtu, 20-02-2021 | 23:15 WIB | 7863 klik | Kota Bukittinggi
<p>Pascaoperasi Punggung, Lutut Membesar Sebesar Bola Kaki<p>Bintang Herlamban terbaring lemah di RS Yarsi Bukittinggi. Warga Jorong Parik Putuih, Nagari IV Angkek Canduang, Kecamatan IV Angkek, Kabupaten Agam ini merupakan pasien tumor pada kaki. (hamriadi/valoranews)

VALORAnews - Dengan wajah pucat, seorang remaja terlihat terbaring lemas di tempat tidur UGD Rumah Sakit Yarsi Bukittinggi, Kamis (18/2/2021).

Dengan tubuh yang mulai mengurus, sesekali ia terlihat mengerunyutkan dahi dengan gigi dirapatkan, seakan tengah menahan sakit yang sedang dideritanya.

Disebelah kanan tempat tidurnya, terlihat seorang pria berdiri, di bagian kepala remaja berusia sekitar 18 tahun itu. Rupanya, pria berdiri tersebut adalah sang ayah. Ia tampak berusaha tabah melihat anak laki-lakinya itu terbaring lemas di tempat tidur UGD.


Seakan terlihat tegar, pria tersebut terlihat terus menghibur sang anak yang sedang terbaring. Dengan penuh kasih sayang, pria bernama Dodi Indra (48) tersebut, mengelus-ngelus tangan dan bagian kepala anaknya.

Sedikit terbata-bata, warga Jorong Parik Putuih, Nagari IV Angkek Canduang, Kecamatan IV Angkek, Kabupaten Agam ini mengatakan, kalau anaknya tengah menderita sakit dibagian lutut kaki sebelah kanannya.

"Lutut kaki sebelah kanan anak saya mengalami pembengkakan," katanya memulai pembicaraan, sambil membukakan kain yang menutupi bagian kaki anaknya itu.

Saat kain menutup kaki terbuka, terlihat benjolan sebesar bola kaki berwarna kemerahan di tempurung lututnya. Setiap mata yang melihat kebagian lutut pria bernama Bintang Herlambang itu, tampak terpana. Tak sedikit yang langsung mengucapkan istigfar, astagfirullah hal adzim.

Kesetiap orang yang melihat anaknya, suami dari Kartika (50) ini mengaku, tak menyangka sama sekali penyakit tersebut akan diderita oleh anak keduanya itu.

Dengan suara tersendat, ia mengatakan, penyakit dialami anaknya tersebut berawal dari cedera bagian punggung setelah main futsal bersama teman-temannya. Peristiwa terjadi pada September 2020.

Tidak ingin terjadi apa-apa terhadap pelajar di kelas 11 IPA 5 SMA 3 Kota Bukittinggi ini, ia dibawa ke RS Madina pada Oktober 2020.

Di RS Madina, Bintang Herlambang, sempat dirawat selama seminggu. Lalu dirujuk ke RSUP, sekarang bernama RS Otak.

Di RS Otak, untuk memulihkan kondisi cedera dideritanya, ia harus dilakukan operasi tulang punggung.

"Lantaran PEN untuk tulang punggung tidak tersedia, pihak medis mengatakan operasi baru bisa dilakukan setelah PEN tulang punggung didapatkan," ucapnya.

Sebelum PEN tulang punggung didapatkan, Bintang dirawat di RS Otak. Sebagai pasien BPJS Kesehatan, masa rawatan pasien BPJS habis, terpaksa dibawa pulang dulu. Satu hari setelah di rumah, dibawa lagi ke RS Otak, sebagai pasien BPJS lagi.

"Begitu seterusnya sampai PEN tulang punggung didapatkan," cerita Dodi dengan pandangan mata yang sendu.

Pada Desember 2020, akhirnya, PEN tulang punggung didapatkan, lantas dilakukan operasi di Desember 2020 kala itu.

"Setelah operasi, pihak medis mengatakan kalau anak saya menderita tumor jinak di punggungnya. Siap operasi, dirawat 10 hari. Sebagai pasien BPJS, masa waktu pasien rawatan BPJS habis, terpaksa dibawa pulang. Terakhir kontrol pascaoperasi, Januari 2021," ungkapnya.

Diceritakan, sebelum operasi dilakukan kepada anaknya, memang dibagian lutut sebelah kanan terdapat ada memar, tidak sebesar sekarang.

"Lantaran sudah ada perubahan yang mulai membesar, dikonsulkan ke pihak medis RS Otak," tuturnya.

Disampaikan, adanya perubahan di lutut kaki semakin bertambah besar, pihak medis RS Otak melakukan MRI pada 8 Januari 2021.

"Kondisi kaki yang terus membesar, Senin (15/2/2021) dilakukan rontgen. Pada Selasa (16/2/2021) hasil rontgen keluar, dan diserahkan beserta satu berbentuk CD," ceritanya.

Pada Kamis (18/2/2021) saat di rumah, Bintang Herlambang tak kuasa menahan rasa sakit dibagian lututnya. Lantas ia dibawa ke RS Otak guna mendapatkan perawatan lebih lanjut.

"Dibawa ke RS Otak sekitar pukul 14.00 WIB. Pihak medis menyatakan kalau dokter ortopedi tidak ada. Pihak medis melakukan rujukan ke RSAM Bukittinggi. Sekitar pukul 16.00 WIB, pihak medis menyebutkan bahwa tidak bisa dirujuk ke RSAM," ucap Dodi dengan mata memerah.

Disampaikan, ditolak dirujuk ke RSAM, pihak medis menyarankan kalau anaknya dirawat menjelang AB nya naik, setelah itu dirujuk ke RS M Djamil di Padang, guna mendapatkan perawatan selanjutnya.

"Dirujuk ke M Djamil, saya becerita ke teman-teman dan disarankan agar dibawa ke RS Yarsi. Untuk bisa dibawa ke RS Yarsi, seorang dokter di RS Yarsi membuatkan surat memo. Pihak medis RS Otak baru mengizinkan untuk dibawa ke RS Yarsi, dan masuk UGD Yarsi usai magrib, Kamis (18/2/2021)," paparnya dengan menghela nafas.

Di UGD RS Yarsi Bukittinggi, Bintang Herlambang langsung mendapatkan perawatan. Pihak medis melakukan pemasangan infus, lalu dibawa ke ruang perawatan menunggu jadwal operasi.

"Operasi belum dilakukan, karena AB anak saya rendah perlu dinormalkan dulu. Sejak masuk Kamis (18/2/2021), pada Jumat (19/2/2021) dilakukan tambah darah satu kantong dan Sabtu (19/2/2021) dua kantong darah," ucapnya.

Untuk meringankan beban yang dialami pelajar SMA 3 Kota Bukittinggi itu, para alumni SMA 3 yaitu, alumni Himasma 3 teladan melakukan penggalangan dana.

Young Heppy mengatakan, saat ini penggalangan dana terus dilakukan, sebagai bentuk partisipasi alumni kepada pasien.

"Alumni sepakat untuk membantu pembiayaan kepada pasien sampai sembuh. Pembiayaan diberikan kepada pasien berdasarkan berapa kebutuhan yang diperlukan. Artinya, dana yang terkumpul tidak diserahkan keseluruhan, tapi diberikan sesuai kebutuhan," tuturnya. (ham)

Install aplikasi Valora News app di Google Play

Berita Metro lainnya
Berita Kota Bukittinggi lainnya