Sekolah Keluarga Diluncurkan

LGBT Problem Serius, Erman Safar: Harus jadi Perhatian Pemerintah

AI Mangindo Kayo | Kamis, 04-03-2021 | 19:55 WIB | 471 klik | Kota Bukittinggi
<p>LGBT Problem Serius, Erman Safar: Harus jadi Perhatian Pemerintah<p>Wali Kota Bukittinggi, Erman Safar foto bersama Ketua MUI Sumbar, Gusrizal Gazahar, Marfendi (Wawako) dan sejumlah staf, usai peluncuran program Sekolah Keluarga di Istana Bung Hatta Bukittinggi, Kamis (4/3/2021). (hamriadi/valoranews)

VALORAnews - Wali Kota Bukittinggi, Erman Safar menyampaikan, masalah LGBT adalah problem serius yang harus jadi perhatian pemerintah, terutama bagi anak-anak yang jauh dari orang tuanya.

"Betapa pun pentingnya pendidikan Islam sejak di bangku sekolah dasar, perlu juga sekolah keluarga diterapkan, selain guru di sekolah," kata Erman Safar dalam sambutannya pada pembukaan acara "Sekolah Keluarga" di Istana Bung Hatta Bukittinggi, Kamis (4/3/2021).

Menurut dia, sekolah keluarga merupakan suatu program yang bermanfaat untuk rumah tangga dan masyarakat, apalagi di masa pandemi covid-19 yang menyebabkan perekonomian menurun.


Saat ini, kata dia, perlu dipersiapkan tentang pengendalian pembinaan tekhnologi kepada anak-anak. Orangtua harus mengetahui bagaimana detail soal tekhnologi, dengan demikian akan dapat memperhatikan anaknya yang belajar di rumah.

Ke-depanya, Erman Safar didampingi wakilnya Marfendi mengatakan, pemerintah berupaya terus mendatangkan nara sumber yang bisa menjelaskan kepada para orangtua, untuk mengajarkan dan memberi tahu bagaimana mengawasi dan mengenal tekhnologi yang sedang berkembang saat ini. Yaitu, sejauh mana pengaruhnya terhadap phisichologi dan karakter anak.

"Hal itu akan kita masukkan ke dalam materi sekolah keluarga. Disamping menambahkan pendidikan karakter kepada anak-anak, tanpa merubah kurikulum, misalnya muatan lokal dan ekstra kurikuler," ucapnya.

Semenntara itu, Wakil Wali Kota Bukittinggi, Marfendi sangat mengapresiasi kegiatan "Sekolah Keluarga" di kota Bukittinggi.

"Sekolah Keluarga bisa memberikan sesuatu hal yang baru kepada masyarakat Bukittinggi," katanya.

"Ketika membangun suatu peradaban yang baik, penyelesaian pertama adalah dari rumah tangga. Maka awal dari keluarga yang baik, akan bisa melahirkan generasi yang berkualitas," ungkapnya.

Ia menyebutkan, dengan dilaksanakan secara bertahap sekolah keluarga per kecamatan, setiap orang akan bisa memahami bagai mana peserta merealisasi nilai-nilai yang telah diberikan nara sumber, seperti materi di dalamnya, pemuliham ekonomi misal, menanam bunga dan menanam bawang.

Acara selain dihadiri Wali Kota dan Wakil Wali Kota, Erman Safar-Marfendi, juga tanpak Kepala Pemberdayaan Perempuan Bukittinggi, Kepala TP-PKK Kota Bukittinggi, serta mendatangkan narasumber dari MUI, Ustadz Gusrizal Gazahar.

Kegiatan "Sekolah Keluarga" dalam kegiatan kuliah umum tersebut, diikuti para peserta dari kaum ibu berasal di Kecamatan Guguk Panjang Bukittinggi. Kegiatan digagas Dinas Pendidikan dan Kebudayaan dan Dinas Pemberdayaan Perempuan Kota Bukittinggi. (ham)

Install aplikasi Valora News app di Google Play

Berita Metro lainnya
Berita Kota Bukittinggi lainnya