Pemkab Mentawai Jadikan Dusun Bose Sentra Produksi Ikan Asin

AI Mangindo Kayo | Selasa, 13-04-2021 | 11:52 WIB | 109 klik | Provinsi Sumatera Barat
<p>Pemkab Mentawai Jadikan Dusun Bose Sentra Produksi Ikan Asin<p>Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Kepulauan Mentawai Usman. (daniwarti/valoranews)

VALORAnrws - Dusun Bose di kecamatan Siberut Utara akan dijadikan sentra ikan asin bagi Sumatera Barat.

Hal tersebut disampaikan Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Kepulauan Mentawai Usman di kantornya Km 3 Tua Pejat, Ahad (11/4/2021).

Dijadikannya Bose sebagai sentra ikan asin, terangnya, karena hasil tangkapan nelayan di Mentawai cukup bagus dan hasil pengolahan ikannya menjadi ikan asin sangat bagus sekali.


Usman mengatakan, kita juga mendukung masyarakat nelayan untuk menagkap ikan secara profesional dengan dilengkapi dengan alat tangkap yang ramah lingkungan.

Seperti mata jaring yang direkomendasikan untuk menangkap ikan dengan ukuran tertentu.

Untuk kedepannya dijelaskan Usman, nelayan di kepulauan Mentawai akan dilengkapi dengan Fish Tenden yaitu alat pendeteksi ikan dan nanti juga akan dibuatkan rumah ikan atau perkampungan ikan.

Dengan adanya perkampungan ikan, maka nelayan tertuju kesitu saja dan dapat meningkatkan hasil tangkapannya.

Dijelaskan Usman, kelompok nelayan di Bose sudah terlatih. Ini terbukti dengan hasik produksi ikan asin nya sangat disukai dan sudah terkenal.

Untuk meningkatkan kwalitas ikan tangkapan di Siberut Utara, Dinas Perikanan akan membangun pabrik es pada awal tahun 2022.

Sedangkan pada tahun 2021 ini Dinas Perikanan Mentawai telah memberikan alat tangkap perangkat SPM, dengan memberikan pelatihan pengolahan ikan bagi ibu-ibu.

Dilihat dari hasil pengolahan yang dilakukan oleh ibu-ibu nelayan di Bose, hasilnya cukup bagus. Desa bersama Bumdesnya saat ini sudah bergerak membantu memasukkan produk ikan asin tersebut.

Ditanya mengenai waktunya nelayan menangkap ikan di laut ,dijelaskan Usman, nelayan di Mentawai efektifnya menangkap ikan dalam satu tahun lebih kurang 180 hari dikarenakan cuaca di wilayah kepulauan Mentawai yang tidak menentu dan tidak bisa diprediksi.

Diwaktu para nelayan tidak melaut, mereka dilatih dan diarahkan untuk kegiatan seperti perikanan darat, pengolahan ikan air tawar.

Pada kesempatan ini, Usman berharap, agar pendapatan nelayan bisa meningkat dan stabil.Target dari Dinas Perikanan Mentawai adalah agar pendapatan nelayan diatas Rp 56 juta pertahunnya dan perkeluarga. Untuk perbulannya Rp4,5 juta. (dni)

Install aplikasi Valora News app di Google Play

Berita Metro lainnya
Berita Provinsi Sumatera Barat lainnya