Bangunan Tanpa IMB masih Dibiarkan Berdiri

AI Mangindo Kayo | Kamis, 03-06-2021 | 22:55 WIB | 1512 klik | Provinsi Sumatera Barat
<p>Bangunan Tanpa IMB masih Dibiarkan Berdiri<p>Bangunan rumah toko (Ruko) di Luak Anyir, Kubu Gulai Bancah, Mandiangin Koto Selayan, tak kunjung dibongkar pihak berwenang walau telah diberikan surat peringatan sejak 2020 lalu. (hamriadi/valoranews)

VALORAnews - Bangunan tanpa izin mendirikan bangunan (IMB) masih berdiri kokoh dipinggir jalan utama menuju kantor balai kota Bukittinggi. Meski telah disegel, bangunan yang berada di Luak Anyir, Kubu Gulai Bancah, Mandiangin Koto Selayan, tak kunjung dibongkar pihak berwenang.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Bukittinggi, Rahmat AE saat dikonfirmasi terkait bangunan yang bahkan telah ditempati tersebut, berdalih dengan berkata, untuk pembongkaran akan diminta saran pada wali kota.

"Bangunan tersebut sudah disegel. Segelnya kini telah dibuka. Kita akan surati lagi. Kalau sudah disegel berarti ada pelanggaran seperi tidak ada izin atau IMB-nya," kata Rahmat AE, Kamis (3/6/2021).


Pemilik bangunan sudah mendapatkan SP1 dan SP2. Surat itu meminta pemilik untuk melakukan pembongkaran bangunan tersebut. Kedua surat itu sudah dilayangkan sejak lama, pertengahan 2020 lalu.

Namun bukannya dibongkar, bangunan mirip ruko dua pintu yang dinilai tidak sesuai dengan persil tersebut, kini sudah mulai ditempati.

"Bidang Tata Kota Dinas PUPR yang dulu menyegel bangunan, bakalan kembali menindak pemilik bangunan tersebut. Karena, bangunan itu harusnya dibongkar, mengingat kalau sudah disegel berarti sudah tidak boleh dilajutkan pembangunannya," terang Rahmat.

"Kalau sudah ada segel berarti sudah ada pelanggaran, seperti tidak memiliki IMB dan melanggar peruntukan. Kita akan kembali memberi surat ke pemiliknya," tegasnya.

Sebagaimana pernah dikonfirmasi sebelumnya, Dinas PUPR Kota Bukittinggi akan bongkar bangunan tanpa izin atau tanpa IMB, yang terletak di Luak Anyir, Kubu Gulai Bancah, Mandiangin Koto Selayan atau dipinggir jalan utama menuju kantor balai kota setempat.

"Kita telah kirim Surat Peringatan 1 (SP-1) dan juga SP-2 tentang pembongkaran bangunan tanpa IMB tersebut kepada pemiliknya, tapi, tidak diindahkan. Jadi, bangunan tersebut terpaksa kami bongkar sendiri bersama Satpol PP dan tim SK-4," katanya.

Ia mengatakan, sebelumnya, pihak PUPR telah mencoba memberitahukan agar bangunan itu dibongkar sendiri oleh pemilik atau pengembang sebelum dibongkar Satpol PP bersama tim SK-4.

Apa lagi, kata dia, selain itu pemilik maupun pengembang juga membangun jembatan dengan mengambil akses jalan menuju kantor balai kota.

"Sudah diberitahu secara persuasif agar pengembang maupun pemilik bangunan agar membongkar sendiri bangunan tersebut, termasuk jembatan akses jalan ke balai kota," ujarnya.

Kini, bangunan tersebut bukannya dibongkar pemilik, tetapi telah ditempati. Dinas PUPR, kata Rahmat, tinggal mengesekusi bangunan tersebut. (ham)

Install aplikasi Valora News app di Google Play

Berita Metro lainnya
Berita Provinsi Sumatera Barat lainnya