Bupati Mentawai Perintahkan Jalan Desa Polaga ke Bulasat Tuntas Sebelum Akhir Jabatan

AI Mangindo Kayo | Selasa, 15-06-2021 | 21:35 WIB | 365 klik | Kab. Mentawai
<p>Bupati Mentawai Perintahkan Jalan Desa Polaga ke Bulasat Tuntas Sebelum Akhir Jabatan<p>Bupati Mentawai, Yudas Sabaggalet (baju merah pakai topi) meninjau ruas jalan yang menghubungkan Desa Polaga di Kecamatan Sikakap dengan Bulasat di Kecamatan Pagai Selatan, Selasa (15/06/2021). (daniwarti/valoranews)

VALORAnews - Bupati Mentawai, Yudas Sabaggalet meninjau ruas jalan yang menghubungkan Desa Polaga di Kecamatan Sikakap dengan Bulasat di Kecamatan Pagai Selatan, Selasa (15/06/2021). Saat ini, kondisi jalan tersebut masih berupa tanah tanpa pengerasan dengan material apapun.

"Pembangunan jalan di Mentawai membutuhkan biaya besar. Namun, bukan berarti hal itu tidak bisa diwujudkan. Kita minta Dinas PUPR, apa pun kondisinya, menjelang habis periode (jabatan bupati-red), jalan ini harus selesai. Kalau soal anggaran, nanti kita carikan solusinya," ujar Yudas saat kunjungan kerja ke Sikakap.

Menurut Yudas, akses jalan ini akan sangat berdampak terhadap perekonomian masyarakat, terutama petani pisang di Desa Bulasat. Kondisi jalan yang belum memadai, jelas akan membuat pemasaran komoditi pisang yang jadi unggulan di desa tersebut, jadi terganggu.


Sekarang ini, akses jalan menuju Desa Bulasat relatif buruk. Karena, sudah banyak berlubang dan sudah banyak ditutupi rerumputan. Untuk itu, lanjut dia, minimal tahun ini, ada langkah yang bisa diambil, misalnya dengan melakukan pengerasan ulang jalan.

Sementara, Kepala Dinas PUPR Mentawai, Asmen Simanjorang mengatakan, perbaikan jalan menuju Bulasat tahun ini hanya bisa dilakukan dengan anggaran pemeliharaan. Sebab, anggaran pembangunan jalan untuk wilayah tersebut, belum tersedia.

"Kita belum bisa berbuat banyak. Tahun ini, kita akan lakukan perbaikan jalan dengan anggaran pemeliharan dulu. Salah satunya, dengan menimbun titik-titik jalan yang berlubang dan berlumpur," ujar Simanjorang.

Simanjorang menyebutkan, panjang jalan dari Sikakap menuju Desa Bulasat ada lebih kurang 40 kilometer dan membutuhkan anggaran besar.

Seorang warga Desa Bulasat, Tarzan Samaloisa mengatakan, saat ini yang dibutuhkan masyarakat adalah perbaikan jalan menuju Bulasat. Dengan begitu, distribusi pemasaran pisang juga bisa berjalan lancar.

"Hanya ada beberapa truk yang bisa datang membeli pisang, karena kondisi jalan yang buruk. Sementara jarak tempuh dari Bulasat menuju Sikakap bisa mencapai 8 jam pulang pergi," ungkap Tarzan.

"Tidak jarang, pisang itu oleh petani dibiarkan membusuk, karena belum ada truk pembeli yang datang. Nah, kalau jalan bagus atau sudah dirabat beton akan dapat mengurangi durasi tempuh yang diperkirakan hanya memakan waktu lebih kurang 1 hingga 1,5 jam," tuturnya. (dni)

Install aplikasi Valora News app di Google Play

Berita Ranah lainnya
Berita Kab. Mentawai lainnya