Komisioner KI jangan jadi Pembohong Publik

AI Mangindo Kayo | Kamis, 15-10-2015 | 23:00 WIB | 1249 klik | Nasional
<p>Komisioner KI jangan jadi Pembohong Publik<p>Gubernur Aceh, Ketua KI Pusat dan Ketua KI Aceh, secara resmi membuka acara Rakornas Komisi Informasi se-Indonesia, Kamis (15/10/2015) di Banda Aceh. (istimewa)

VALORAnews - Ketua Komisi Informasi (KI) Pusat, Hamid Dipopramono mengingatkan komisioner KI se-Indonesia, harus jadi pioner keterbukaan informasi publik.

"Jangan jadi pembohong publik pula. Seberapa pahitnya, setiap komisioner harus transparan," ujar Hamid saat membuka rapat koordinasi nasional (Rakornas) KI yang dihadiri 28 KI tingkat provinsi dan empat KI kota/kabupaten, Kamis hingga Sabtu (15-17/10/2015) di Nanggroe Aceh Darussalam (NAD).

Termasuk, kata Hamid, ada konten Rakornas melaksanakan seminar nasional terkait keterbukaan yang gagal. Karena, pembicara baik Menteri Desa, Dalam Negeri dan Mendikti dan Kebudayaan, jadwalnya tidak cocok.


"Seminar Nasional dalam rangkaian kegiatan Rakornas, tidak diagendakan kali ini karena berbagai tema dengan pembicara utama, tidak cocok jadwal," ungkap Hamid. (Baca: Rakornas KI, Adrian: Regulasi Sengketa Informasi harus Diperkuat)

Terlepas dari itu, Hamid tetap yakin, Rakornas akan menghasilkan rumusan terbaik untuk mewujudkan budaya keterbukaan jadi kepribadian dan kemandirian bangsa. (relis)

Install aplikasi Valora News app di Google Play

Berita Ranah lainnya
Berita Nasional lainnya