Kredit Produktif Rendah, OJK Warning Bank Nagari

AI Mangindo Kayo | Kamis, 16-04-2015 | 17:40 WIB | 1808 klik | Kab. Pesisir Selatan
<p>Kredit Produktif Rendah, OJK Warning Bank Nagari<p>Kepala Kantor Otoritas Jasa Keuangan Provinsi Sumbar, Muhammad Ilham. (katoy/valoranews)

VALORAnews - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menegur manajemen Bank Nagari cabang Painan dan Bank Nagari Sumatera Barat (Sumbar), terkait rendahnya penyaluran kredit produktif ke masyarakat.

"Kredit produktif dari Bank Nagari Cabang Painan dan Bank Nagari Sumbar tergolong rendah, ke depannya agar bisa ditingkatkan lagi," kata Muhammad Ilham, Kepala Kantor Otoritas Jasa Keuangan Provinsi Sumbar, dalam pidato peresmian kantor baru Bank Nagari Painan, di Jalan H Ilyas Yakup Painan, Kabupaten Pesisir Selatan, Rabu (15/4/2015).

Dari data OJK, sambungnya, khusus di Bank Nagari Painan, kalau dilihat dari total aset berkisar 40 persen, DPK 35 persen, Kredit disalurkan mencapai 79 persen. (Baca juga: Gubernur Sarankan Bank Nagari Ikuti Saran OJK)


"Tapi, kredit yang diberikan itu kalau dibedah lagi masih banyak kredit-kredit konsumtif. Sedang kredit produktifnya hanya berkisar 20 persen, sedangkan untuk total di Bank Nagari Sumbar hanya mencapai 30 persen," terangnya.

Untuk itu, tambah Ilham, diharap ke depannya, kredit produktifnya bisa ditingkatkan lagi.

"Ini demi penyesuaian dengan ketentuan Bank tipe II (Bank Nagari masuk kategori ini), di mana minimal penyaluran kredit produktifnya harus mencapai 60 persen di tahun 2018," tegasnya.(Baca juga: Kantor Bank Nagari Painan Termegah di Pessel)

Apalagi dari data OJK, umumnya masyarakat di Sumbar adalah para pelaku UMKM, tapi justru banyak tidak tersentuh penyaluran kredit produktif.

"Untuk itu, pihak Bank Nagari diminta lebih all-out lagi. Khususnya dalam penyaluran kredit produktif ke UMKM tersebut," tegas Ilham. (katoy)

Install aplikasi Valora News app di Google Play

Berita Bisnis lainnya
Berita Kab. Pesisir Selatan lainnya