Konsultan Salah Hitung HPS, Lelang Fisik Puskesmas Bukittinggi Gagal

AI Mangindo Kayo | Sabtu, 02-04-2016 | 15:39 WIB | 1510 klik | Kota Bukittinggi
<p>Konsultan Salah Hitung HPS, Lelang Fisik Puskesmas Bukittinggi Gagal<p>Ilustrasi.

VALORAnews - Dokumen perencanaan Puskesmas Rawat Inap dibuat oleh PT Wandra Cipta Engginering Consultan, diduga tidak bisa dipakai, sehingga pelelangan untuk pembangunan fisik puskesmas di unit layanan pengadaan barang dan jasa (ULP) Kota Bukittinggi, gagal dilanjutkan.

Kepala ULP Kota Bukittinggi, Ahmad Fauzi, Jumat (1/4/2016), menyebutkan, pelelangan gagal dilanjutkan lantaran terdapatnya kesalahan pengkalian harga perkiraan sendiri (HPS), sehingga pokja tak dapat melanjutkan ketahap evaluasi administrasi, teknis, harga dan kualifikasi.

Ia menyampaikan, sewaktu dinas kesehatan mengajukan pelelangan pembangunan fisik ke ULP, dilakukan pengecekan oleh pokja dan ditemukan adanya kekurangan. Sehingga, dokumen dikembalikan lagi.


Setelah diperbaiki, dinas kesehatan kembali mengirim dokumen dengan disertai surat pernyataan dari konsultan bahwa perencanaan telah sesuai.

Oleh ULP dilakukan pelelangan. Pada tahap proses lelang berlangsung, pokja kembali menemukan kekurangan, sehingga disurati lagi dinas kesehatan dengan nomor: 02.07/ULP-2/III-2016 tanggal 22 Maret 2016.

Lalu surat dari ULP dibalas dinas kesehatan dengan nomor:440/727/DKK/III-2016 tertanggal 28 Maret 2016 antara lain isinya "untuk menghindari proses pengadaan ini di luar ketentuan yang ada, maka dapat kami nyatakan pelelangan gagal."

Surat berperihal "Pelelangan Gagal" yang ditandatangani Kepala Dinas Kesehatan Kota Bukittinggi, Syofia Dasmauli, oleh ULP proses lelang yang sedang berlangsung tersebut langsung ditutup.

Hal ini membuat para rekanan yang telah memasukkan dokumen penawaran kecewa.

Untuk diketahui, perencanaan pembangunan puskesmas rawat inap ini ditenderkan di 2015 lalu, dengan HPS-nya Rp89. 530.000. Terdapat tiga perusahaan memasukan penawaran yakni CV. Reka Cipta Konsulido Prima nilai penawaran Rp68.850.000, PT. Multi Karya Interplan Konsultan penawaran Rp69.000.000 dan PT. Wandra Cipta Engginering Consultan sebagai pemenang dengan penawaran Rp68.567.400.

Sekretaris Dinas Kesehatan Kota Bukittinggi, Afrizal menyebutkan, terdapatnya kesalahan pengkalian salah satu item pekerjaan pada HPS oleh konsultan perencana, sehingga lelang untuk pembangunan fisik di 2016 gagal karena ketidak telitian atau ketidak jelian saja. (ham)

Install aplikasi Valora News app di Google Play

Berita Metro lainnya
Berita Kota Bukittinggi lainnya