Maling, Perjudian hingga LGBT Dibahas Saat Jumling Wako Padang

AI Mangindo Kayo | Sabtu, 02-04-2016 | 19:28 WIB | 939 klik | Kota Padang
<p>Maling, Perjudian hingga LGBT Dibahas Saat Jumling Wako Padang<p>Seorang tokoh sawahan yang juga akademisi Unand, Prof Firman Hasan, mengemukakan sejumlah persoalan lingkungan ke Wako Padang, Mahyeldi Dt Marajo saat melakukan Jumat Keliling (Jumling) di Masjid Babussalam Muhammadiyah, Kelurahan Sawahan, Kecamatan Padang Timur, Jumat (1/4/2016). (humas)

VALORAnews - Maraknya aksi pencurian,jadi pembahasan yang cukup alot saat Walikota Padang, Mahyeldi Dt Marajo melakukan Jumat Keliling (Jumling) di Masjid Babussalam Muhammadiyah, Kelurahan Sawahan, Kecamatan Padang Timur, Jumat (1/4/2016).

Kawasan Sawahan yang cukup rawan kemalingan dikeluhkan warga kepada walikota saat berdialog usai shalat Jumat.

"Di Sawahan ini cukup banyak permasalahan. Berada di kawasan pusat kota, sehingga di sini rawan terjadi kemalingan maupun perjudian," ujar Prof Firman Hasan, warga Sawahan.


Firman menyebut, bahwa aksi pencurian tidak saja terjadi pada malam hari. Akan tetapi pencuri sudah lebih berani dalam melakukan aksinya.

"Tidak saja malam hari, pada siang hari juga sering terjadi kemalingan," ungkap Firman.

Warga kerap tapakiak begitu rumahnya kemalingan. Bermacam barang yang hilang, mulai dari handphone hingga seluruh rumah yang dikuras habis. "Bisa dikatakan sebulan sekali ada yang kehilangan," sebut Firman.

Mendengar keluhan tersebut, Mahyeldi Dt Marajo menyebut, hal ini merupakan fakta yang harus disikapi secara lebih serius.

"Aksi ini terjadi karena didukung situasi. Maling juga sudah menpelajari kondisi kapan pemilik rumah sedang tidak berada di rumah. Ini perlu disikapi," kata Mahyeldi.

Meminimalisir itu, dia mengimbau camat, untuk membuat semacam komitmen dengan Muspika maupun tokoh masyarakat setempat. "Upaya itu mungkin seperti melakukan inspeksi mendadak atau tim khusus yang dikirim," ungkap Mahyeldi.

Saat ini di tiap kecamatan juga terdapat personil Satpol PP yang di-BKO-kan. Hal ini, menurut dia, bisa diperankan dan dioptimalkan. "Potensi ini bisa dimanfaatkan dan optimalkan untuk meminimalisir pencurian dan perjudian," tambah Mahyeldi.

Dia juga menyinggung bahwa personil Satpol PP akan ditambah di setiap kecamatan. Perekrutan personil juga sedang dilakukan. Ternasuk rencana untuk menambah sarana dan prasarana Satpol PP untuk bekerja.

"Ketika potensi ini berperan, semuanya akan terkomunikasikan dengan baik. Kita ingin tim turun untuk menindak pencurian dan perjudian, kita ingin gerak cepat," kata Mahyeldi.

Tidak hanya membahas aksi pencurian, saat Jumling itu Mahyeldi juga mendengar aspirasi warga lain. Termasuk maraknya gerakan Lesbian, Gay, Biseksual dan Transgender (LGBT) yang merasuk di tengah kehidupan warga Kota Padang.

Warga juga menanyakan permasalahan yang terjadi dan mengharapkan solusi dari permasalahan tersebut dari Walikota Padang. (vri)

Install aplikasi Valora News app di Google Play

Berita Metro lainnya
Berita Kota Padang lainnya