Harlah IPNU Sumbar

Kekerasan Pelajar Makin Mengkhawatirkan

AI Mangindo Kayo | Kamis, 26-02-2015 | 08:39 WIB | 1237 klik | Kota Padang
<p>Kekerasan Pelajar Makin Mengkhawatirkan<p>Ketua IPNU Sumbar, Hadison

VALORAnews - Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama

(IPNU) Sumbar, terus berjuang dan bergerak membangun nilai-nilai positif di

kalangan pelajar. IPNU Sumbar prihatin terjadinya tindakan kekerasan di


kalangan pelajar, baik melalui cakak

banyak maupun tindakan kekerasan di internal sekolah.

Hal

itu diungkapkan Ketua Pimpinan Wilayah IPNU Sumbar, Hadison, Kamis (26/2/2015)

di Padang, terkait peringatan Harlah IPNU ke-61, yang jatuh pada 24 Februari

2015 lalu. PW IPNU Sumbar, dalam rangka harlah tersebut menggelar temu ramah, Sabtu

(28/2/2015) besok di aula PWNU Sumbar, Padang, dengan melibatkan para senior

IPNU, pembina, badan otonom NU, PWNU, PC IPNU se-Sumbar dan kader IPNU lainnya.

"Kondisi

kekerasan di kalangan pelajar ini jadi isu strategis IPNU Sumbar ke depan. Di samping

isu-isu lain yang belakangan ini banyak melibatkan pelajar. Di antaranya

keterlibatan pelajar sebagai pemakai narkoba. Pelajar sudah menjadi sasaran

dari pengedar narkoba. Apalagi Indonesia menjadi pasar utama narkoba bagi

perdagangan mafia narkoba dunia," ungkap Hadison, dalam siaran persnya.

Untuk

itu, IPNU Sumbar sedang menjajaki kerjasama dengan Badan Narkotika Nasional

(BNN) Sumatera Barat. "Kita berharap kerjasama itu nanti bisa terwujud sehingga

IPNU makin gencar mengantisipasi pelajar, jangan sampai terjerumus pada

pemakaian dan kecanduan narkoba. IPNU Sumbar mendukung penuh eksekusi mati bagi

terpidana mati narkoba. Siapa dan dari manapun negaranya, harus dieksekusi,"

kata Hadison didampingi Luki Permensyah Tuanku Bagindo (sekretaris PW IPNU).

Terkait

dengan paham keagamaan yang njadi isu agama sebagai tindakan radikal yang

belakangan ini juga makin gencar di tengah masyarakat, Hadison mengajak pelajar

Sumatera Barat, agar berhati-hati. Pelajar jangan mudah terpengaruh oleh

orang-orang yang baru dikenal, yang kemudian memberikan pengajaran pemahaman

agama yang cenderung radikal. Paham keagamaan yang dengan gampang menyalahkan

orang lain, bahkan mengkafirkan jika beda pemahaman.

"Sebaiknya

pelajar tetap kembali kepada guru-guru mengaji yang ada di lingkungannya yang

selalu mengajarkan Islam rahmatan lil

alamin. Jika pelajar menemukan orang yang berbeda pemahaman keagamaan,

sebaiknya mencoba dulu berkonsultasi dengan orangtua. Jangan-jangan dengan

cepat percaya dengan orang (paham keagamaan) yang baru dikenalnya, orangtua

sendiri bakal disalahkan," ingat Hadison.

IPNU

Sumbar, kata Hadison, akan tetap memperjuangkan nilai-nilai positif di kalangan

pelajar. Mengantisipasi kekerasan di kalangan pelajar ini, IPNU Sumbar berencana

langsung turun ke sekolah-sekolah menyosialisasikannya. "Betapa pentingnya

hidup dengan penuh kedamaian, walaupun di antara pelajar itu terdapat perbedaan

satu sama lain. Baik beda suku, agama (keyakinan), daerah, latar belakang

keluarga, status, namun tetap satu, yakni pelajar Indonesia. Semangat ini harus

ditularkan kepada setiap pelajar agar mereka tidak mudah dipancing untuk

melakukan tindakan kekerasan kepada pihak lain," kata Hadison. (kyo)

Install aplikasi Valora News app di Google Play

Berita Ranah lainnya
Berita Kota Padang lainnya