Pilkada Sumbar 2015

KIH Rasakan Keengganan Partai Nasdem Tetap Bersama

AI Mangindo Kayo | Selasa, 10-03-2015 | 07:09 WIB | 1072 klik | Kota Padang
<p>KIH Rasakan Keengganan Partai Nasdem Tetap Bersama<p>Presiden Joko Widodo saat berkunjung ke Kampus Unand di Limau Manis, saat masih menjadi gubernur DKI

VALORAnews - Juru bicara Koalisi Indonesia Hebat (KIH) tingkat Sumbar, Febby Dt Bangso nan Putiah membaca gelagat keengganan Partai Nasdem, tetap bersama koalisi parpol saat pemilu presiden itu, dalam menghadapi pemilu kepala daerah (pilkada) serentak tingkat Sumbar pada 2015 ini.

"Beberapa kali kita ajak duduk bersama, membahas dan mematangkan koalisi menghadapi pilkada serentak di Sumbar, selalu tidak berlangsung mulus," ujar Febby, beberapa saat lalu.

Dihubungi terpisah, Wakil Ketua DPW Partai Nasdem Sumbar, Marsanova Andesra juga memerlihatkan keengganan tetap bersama KIH menghadapi pilkada Sumbar 2015 ini. "Partai Nasdem tidak akan berpihak pada koalisi manapun. Partai Nasdem terbuka bagi partai manapun yang ingin berkoalisi," ungkap Marsanova ketika dikonfirmasi.


Bagi Partai Nasdem, terang Marsanova, KIH telah selesai seiring dengan berakhirnya pemilu presiden. "Kini Partai Nasdem fokus pada pemilihan gubernur Sumbar. Kami ingin nantinya orang yang memimpin Sumbar adalah pemimpin yang bekerja untuk rakyat dan milik rakyat Sumbar. Bukan pemimpin yang bekerja untuk partai atau golongan tertentu saja," terang Marsanova yang Ketua Tim Pilkada Nasdem Sumbar ini.

Pada pemilu presiden lalu, guna memenangkan pasangan Joko Widodo dan Jusuf Kalla, terbantuk lah KIH yang beranggotakan PDIP, PKB, Hanura, Nasdem dan PBB. KIH ini sempat digadang-gadang akan tetap bersama menghadapi pilkada yang akan digelar serentak se-Indonesia pada 2015 ini.

Tetap Diajak

Dikatakan Febby, walau saat ini jajaran Partai Nasdem enggan bergabung, namun komunikasi tetap terus dilakukan bersama elit parpol anggota KIH lainnya. "Selain mengajak Partai Nasdem, kita juga terbuka untuk berkoalisi dengan partai lainnya menghadapi pilkada langsung di 2015 ini," terang Febby.

Menghadapi pilkada khususnya pemilihan gubernur, ungkap Febby, koalisi yang dibentuk sifatnya dinamis dan terbuka bagi partai manapun. "Kami juga tidak terpaku pada koalisi yang telah terbentuk di tingkat pusat (KIH-red)," tegasnya. (vri)

Install aplikasi Valora News app di Google Play

Berita Ranah lainnya
Berita Kota Padang lainnya