Tanpa Penyadaran, Saldi: KPK Seperti Zombie

AI Mangindo Kayo | Kamis, 25-06-2015 | 17:58 WIB | 1151 klik | Provinsi Sumatera Barat
<p>Tanpa Penyadaran, Saldi: KPK Seperti Zombie<p>Guru besar Fakultas Hukum Unand, Prof Saldi Isra, jadi pembicara pada Diskusi Publik Memperkuat Komitmen Pemberantasan Korupsi di Indonesia, Kamis (25/6/2015) di Hotel Bumiminang, Padang. (istimewa)

VALORAnews - Guru Besar Fakultas Hukum Unand, Padang, Saldi Isra mengatakan, sebuah rezim bisa dikatakan mendukung pemberantasan korupsi, jika mendukung KPK dan eksistensinya.

"Ini sudah saya tulis. Tanpa komitmen rejim untuk ini, maka saat itu pula pemberantasan korupsi set back," ujar Saldi, saat jadi pembicara bersama Bambang Widjoyanto pada Diskusi Publik Memperkuat Komitmen Pemberantasan Korupsi di Indonesia, Kamis (25/6/2015) di Hotel Bumiminang.

Saldi menilai, upaya menghilangkan kewenangan ekstra yang dimiliki KPK oleh DPR atau pemerintah, jika ini terjadi, maka saat itu KPK tidak bubar tapi KPK lemah.


"Kewenangan penyadaran penting, karena mereka yang berpotensi jadi koruptor jadi takut karena penyadaran. Kalau ini tidak ada, KPK lemah, korupsi makin merajalela," ujar Saldi.

Tanpa penyadaran, maka KPK jadi zombie. "Karena penyadaran adalah ruh dari KPK ini," ujar Saldi.

Pemerintah sekarang mesti ditagih, karena visi dan misi saat Jokowi-JK jadi Capres, adalah menolak pelemahan KPK.

"Tapi sampai pertengahan Juni ini, saya merasa ada sesuatu yang berbeda, ketika Jokowi menegaskan menolak revisi UU KPK, tumpuan kita pada Jokowi selain itu tidak ada," ujar Saldi.

Selain itu, kekuatan masyarakat sipil harus dibesarkan terus. Jangan kekuatan masyarakat sipil, berubah jadi kepasrahan terhadap kerja KPK kedepan. "KPK satu-satunya institusi pemberantasan korupsi yang bertahan lebih 11 tahun, ini menjadi modal kepercayaan masyarakat sipil," ujar Saldi. (vri)

Install aplikasi Valora News app di Google Play

Berita Ranah lainnya
Berita Provinsi Sumatera Barat lainnya